sebelum membaca cerita ini semoga menjadi inpirasi untuk remaja-remaja kita semua
pergaulan bebas sekarang senakin menjadi-jadi mulai dari anak SD(sekolah dasar) saja sekarang sudah mengenal namanya pergaulan bebas.semua itu di karenakan lingkungan, masyarakat,kota dan negara indonesia ini yang semakin tidak adil sekali.dimulai dari sekarang maraknya begal motor itu aja di hakimi masa tapi mengapa para koruptor itu tidak langsung aja di hakimi masa dan di bunuh saja. kembali pada topik kita pergaulan bebas untuk remaja jaman sekarang kalu tidak punya pacar itu di namakan ndeso dan tidak gaul. disini faktor-faktor penyebab keusakan remaja
1. Kurangnya perhatian khusus dari orang tua.
2. pergaulan dengan teman.
3. pergaulan di masyarakat sekitar.
4. kemajuan media internet yang tak terbatasi.
5. pergaulan di tempat kerja.
6. rasa ingin tau yang tinggi
7. malu karena di ejek teman
8. dan terbawa arus dari lingkungan sekitar dan teman"nya.
Kurangnya pehatian khusus dari orangtua sangat berpengaruh kepada sikap putra-putrinya. sekarang banyak yang pergi ke luar negri karena hanya ingin mencari gaji yang tinggi dan terutama sosok yang paling utama adalah IBU kasih sayang dari ibu itu sangat penting karena putra-putri anda semua masih membutuhkan semanya dan dari di tinggal ibu itu anak menjadi rusak dan hancur. sedikit berbagi pengalaman dulu ada sebuah kisah ada anak bernama novi, anak itu sudaah sejak bayi di tinggal ibunya pergi ke luar negri sampai ibunya pulang di sudah besar sudah berumur 12 tahun. namun anak itu belum mengerti kalau itu ibunya....... dan sejak saat itulah anak itu tahu ibunya siapa yang merawat selama di tingal ibunya dalah neneknya. tapi singkat cerita anak itu sekaraang seperti anak yang terlantar yang tidak punya teman dan keluarga itu tegolong keluaraga yang kaya raya. sampai saat ini anak itu pun putus sekolah sudah kelas 3 sma dan dlu kelurganya menghina anak tetangga yang kurang mampu "arep dadi opo kwe kui sekolah duwur wong gak dwe opo" ae kok" dan anak yang di hina itu sekarang sukses menjadi sarjana dan bekerja di BANK INDONESIA
Senin, 09 Maret 2015
Sabtu, 28 Juni 2014
faktor kehancuran sebuah negri
Maksiat, salah satu penyebab datangnya adzab dan kutukan.
Rasullulah bersabda dalam sebuah hadits:
Cobalah lihat nasib yang menimpa kaum
Luth, yang menampakan terang-terangan maksiat (yaitu homoseksual)
sehingga Allah menempatkan adzab atas mereka.
Yaitu terhadap penduduk kota Sodom, negerinya kaum Luth.Sesungguhnya Kami akan menurunkan adzab dari langit atas penduduk kota ini karena mereka berbuat fasik. (al-Ankabut: 34)
Dalam sebuah hadits Rasullulah bersabda:
Wahai para Muhajirin: ada 5 perkara (sebab kehancuran). Jika kalian ditimpa 5 perkara tersebut dan aku belindung kepada Allah agar kalian tidak menjumpainya.
- Tidaklah muncul perbuatan keji pada suatu kaum hingga mereka melakukan terang-terangan melainkan akan menyebar di tengah-tengah mereka wabah tha’un dan kelaparan yang belum pernah terjadi pada nenek moyang sebelum mereka.
- Tidaklah megurangi takaran dan timbanagnn melainkan akan ditimpakan kepada mereka paceklik, kesempitan (krisis) ekonomi dan kesewenang-wenangan (kezhaliman) para penguasa atas mereka.
- Tidaklah mereka menahan zakat harta mereka melainkan akan ditahan hujan atas mereka, seandainya bukan karena hewan ternak, niscaya tidak akan turun hujan atas mereka.
- Tidaklah mereka melanggar perjanjian yang ditetapkan Allah dan Rasul-nya melainkan Allah akan menguasakan musuh-musuh dari luar kalangan mereka atas mereka, lalu merampas sebagian yang ada ditangan mereka.
- Selama pemimpin-pemimpin mereka tidak berhukum kepada Kitabullah dan memilih yang terbaik dari yang diturunkan Allah melainkan akan Allah jadikan musibah diantara mereka sendiri.
Hadits Nabi yang mulia ini seakan membuka
mata kita bangsa Indonesia khusunya (terkhusus lagi kaum Muslimin) akan
bencana dan malapetaka yang sedang menimpa kita ! Penyakit-penyakit dan
borok-borok yang ada di tengah-tengah kita yang merupakan sebab
bencana!
Sungguh amat menakutkan ! Betapa tidak,
tidak ada satu perkarapun yang Rasullulah berlindung diri kepada Allah
darinya, melainkan telah terjadi ditengah-tengah masyarakat kita dan
tidak ada satu bencanapun yang disebutkan Rasullulah melainkan telah
menimpa kita. Innaa lilahi wa ilaihi raji’un.
Mulai dari perbuatan keji seperti zina,
penjarahan, kekerasan dan kejahatan lainnya yang dilakukan secara
terang-terangan tanpa malu dan ditutup-tutupi lagi.
Kecurangan-kecurangan dalam praktek ekonomi dan perdagangan yang
dijumpai dimana-mana, serta praktek-praktek korupsi dan monopoli dan
lain-lain.
Orang-orang kaya yang acuh tak acuh
dengan kewajiban zakat mereka hingga lebih senang menimbun barang/harta,
walau dengan praktek riba seperti deposito atau menghambur-hamburkan
harta dengan rekreasi ke negera-negara kafir.
Aturan-aturan dan Rasul-Nya yang bukan
saja dilanggar bahkan dilecehkan, sampai pemimpin-pemimpin mengambil
hukum-hukum jahiliyah sebagai undang-undang mereka.
Maka janganlah ratapi nasib bangsa yang
seperti itu keadaannya, tidak ada gunanya teriakan-teriakan,
ratapan-ratapan di jalan-jalan, demonstrasi, unjuk rasa, aksi mogok
makan, atau teriakan reformasi.
Jika demikian kondisi bangsa ini, tidak
akan berubah walaupun tangisan air mata darah ! Apabila hal-hal tersebut
(demonstrasi, unjuk rasa, mogok makan) adalah bid’ah munkarah!
Sesungguhnya Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatau kaum maka tidak ada yang dapat menolaknya dan sekali-kali tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia. (ar-Ra’d: 11)
Maka terjadilah ketentuan Allah: wabah
penyakit yang merenggut banyak korban, kelapan, krisis moneter,
kezhaliman (kelaliaman) penguasa, musuh-musuh dari selain kalangan kaum
Muslimin dan menjarah harta mereka, perpecahan dan perang saudara yang
mengakibatkan jatuhnya koban karena fanatisme daerah, partai bahkan
karena fanatisme klub sepak bola!!
Benar-benar semua itu merupakan bala dan
azab bagi bangsa ini. Hendaknya bangsa ini mengambil pelajaran bagimana
Allah membinasakan kaum Nuh, kaum `Ad, kaum Tsamud, kaum Luth, penduduk
Madyan dan nasib Fir’aun dan kroni-kroninya dengan azabnya yang amat
keras, disebabkan kedurahakaan dan kezhaliman mereka. Dan jangan
terpedaya dengan keadaan dunia, kemegahan dan segala kekuasaan serta
kekuatan mereka. Ingatlah firman Allah :
Adzab Allah pasti akan mengenai orang-orang dzalim, lihatlah kehancuran umat-umat yang zhalim sebelum mereka!!Dan janganlah sekali-kali kamu (Muhammad) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang dzalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka, sampai hari yang pada waktu itu semata (mereka) terbelalak. (Ibrahim: 42)
Dan begitulah adzab Rabbmu apabila ia mengazab penduduk-penduduk negeri yang berbuat dzalim, sesungguhnya adzab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras. (Hud : 102)
20 ucapan menyambut ramadhan
Ucapan 1
Bila canda membuat tertawa
Hati bahagia wajah ceria
Maaf dipinta segala dosa
Sambut gembira puasa mulia
Selamat menjalankan ibadah Ramadhan
Ucapan 2
Mencuci tangan di pinggir telaga
Pohon serumpun indah di tepiannya
Bulan suci Ramadhan hampirlah tiba
Mohon ampun maaf dipinta
Ucapan 3
Embun suci di pagi hari
Hati yang bersih kan lahir kembali
Bulan ramadhan t’lah menanti
Bersihkan diri menghadap Ilahi
Mohon maaf atas segala khilaf yang ada
Selamat menunaikan ibadah puasa
Semoga ibadah kita diterima Allah ta’ala.
Ucapan 4
Sangatlah cantik kain pelikat
Dipakai orang pergi ke pekan
Puasa Ramadhan sudahlah dekat
Salah & khilaf mohon dimaafkan
Ucapan 5
Jika semua harta adalah racun, maka zakatlah penawarnya.
Jika seluruh umur adalah dosa, maka tobatlah obatnya.
Jika seluruh bulan adalah noda, maka Ramadhanlah pemutihnya.
Maaf lahir dan batin.
Ucapan 6
Anak melayu mengail ikan.
Perahu berlabuh ditengah lautan.
Sambil menunggu datangnya ramadhan
Jari ku susun mohon ampunan.
Ucapan 7
Jika hati ini seringkali jengkel
Jadikan ia jernih sejernih XL
Jika hati ini seringkali iri
Jadikan ia cerah secerah MENTARI
Jika hati ini seringkali dendam
Jadikan ia penuh kemesraan FREN
Jika hati ini seringkali dengki
Jadikan ia penuh SIMPATI
Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban Ya Ramadhan
Bebaskan Diri dari ROAMING dosa
Raihlah HOKI
Raihlah JEMPOL dari Ilahy
Ucapan 8
Berharap padi dalam lesung
Yang ada cuma rumpun jerami
Harapan hati bertatap langsung
Cuma terlayang e-mail/SMS/status/komentar/inbox ini.
Sebelum cahaya padam
Sebelum hidup berakhir
Sebelum pintu tobat tertutup
Sebelum Ramadhan datang
Saya mohon maaf lahir dan bathin
Ucapan 9
Gersang bumi tanpa hujan
Gersang akal tanpa ilmu
Gersang hati tanpa iman
Gersang jiwa tanpa amal
Marhaban ya ramadhan
Ucapan 10
Seiring terbenam mentari diakhir Sya’ban
Tibalah kini bulan Ramadhan
Pesan ini sebagai ganti jabat tangan
Tuk memohonkan maaf dari kekhilafan
Marhaban yaa Ramadhan
Ucapan 11
Marhaban yaa Ramadhan,
Pucuk selasih bertunas menjulang,
Dahannya patah tolong betulkan,
Puasa Ramadhan kembali menjelang,
Salah dan khilaf mohon dimaafkan.
Selamat Menunaikan Ibadah puasa.
Ucapan 12
Perkataan paling berbobot adalah “ALLAH”
Lagu termerdu adalah “ADZAN”
Buku terbaik adalah “AL QUR’AN”
Senam paling sehat adalah “SHALAT” Kebersihan paling menyegarkan adalah “WUDHU”
Perjalanan terindah adalah “HAJI”
Khayalan paling mengesankan adalah ingat akan “DOSA”
Diet paling sempurna adalah “PUASA”
Selamat merengkuh berkah Ramadhan
Ucapan 13
Selembut embun dipagi hari,
Tengadah tangan sepuluh jari,
Ucapkan salam setulus hati,
Selamat menyambut bulan yang suci.
Ucapan 14
Maaf pulsa amal anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ke surga, untuk itu isilah segera pulsa amal anda dibulan puasa ini.
Met ramadhan
Ucapan 15
Kembang melati sungguh indah.
Di tengah halaman jadi hiasan.
Harum ramadhan tercium sudah.
Salah dan khilaf mohon dimaafkan.
Ucapan 16
Jika hati sejernih air, jangan biarkan ia keruh.
Jika hati seputih awan, jangan biarkan ia mendung.
Jika hati seindah bulan, bingkailah ia dengan iman.
Mohon kemaafan agar ramadhan ini penuh keikhlasan.
Ucapan 17
Moga Allah jadikan subuhmu ceria, dhuhurmu bahagia, asarmu terpelihara, maghribmu bermakna dan isya'mu memberi keberkahan selamanya.
Moga doamu tidak ditolak, rezekimu diluaskan dan dibuka pintu syurga yang tiada tandingan.
Selamat mengisi bulan Ramadhan.
Ucapan 18
Marhaban ya ramadhan
Selamat datang bulan suci
Namamu senantiasa di hati
Kedatanganmu selalu dinanti
Fadhilah & ganjaranmu ramai dicari
Ibadahmu diberkati
Dan kepergianmu pun ditangisi
Selamat menggapai ridha ilahi
Ucapan 19
Segagah apapun diri, bukanlah pahlawan jika nafsu tak dapat dilawan.
Setinggi apapun derajat, bukanlah mulia jika tak ada iman di dada.
Setinggi langitpun ilmu, bukanlah bijaksana jika tak diamal dan diguna.
Sealim apapun akhlak, bukanlah ulama jika takabur dan riya'.
Selamat menyambut Ramadhan.
Ucapan 20
Dalam kesakitan teruji kesabaran
Dalam perjuangan teruji keikhlasan
Dalam ukhuwah teruji ketulusan
Dalam tawakkal teruji keyakinan
Hidup ini amat indah jika Allah menjadi tujuan
Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan.
Demikian tadi ucapan ucapan menyambut Ramadhan. Jika pembaca mempunyai ucapan indah lainnya, sudilah kiranya berbagi melalui komentar di bawah ini.
Selamat menggapai pahala dan ketaqwaan di bulan Ramadhan…
Jangan lupa sukai page Islamic Motivation
Bila canda membuat tertawa
Hati bahagia wajah ceria
Maaf dipinta segala dosa
Sambut gembira puasa mulia
Selamat menjalankan ibadah Ramadhan
Ucapan 2
Mencuci tangan di pinggir telaga
Pohon serumpun indah di tepiannya
Bulan suci Ramadhan hampirlah tiba
Mohon ampun maaf dipinta
Ucapan 3
Embun suci di pagi hari
Hati yang bersih kan lahir kembali
Bulan ramadhan t’lah menanti
Bersihkan diri menghadap Ilahi
Mohon maaf atas segala khilaf yang ada
Selamat menunaikan ibadah puasa
Semoga ibadah kita diterima Allah ta’ala.
Ucapan 4
Sangatlah cantik kain pelikat
Dipakai orang pergi ke pekan
Puasa Ramadhan sudahlah dekat
Salah & khilaf mohon dimaafkan
Ucapan 5
Jika semua harta adalah racun, maka zakatlah penawarnya.
Jika seluruh umur adalah dosa, maka tobatlah obatnya.
Jika seluruh bulan adalah noda, maka Ramadhanlah pemutihnya.
Maaf lahir dan batin.
Ucapan 6
Anak melayu mengail ikan.
Perahu berlabuh ditengah lautan.
Sambil menunggu datangnya ramadhan
Jari ku susun mohon ampunan.
Ucapan 7
Jika hati ini seringkali jengkel
Jadikan ia jernih sejernih XL
Jika hati ini seringkali iri
Jadikan ia cerah secerah MENTARI
Jika hati ini seringkali dendam
Jadikan ia penuh kemesraan FREN
Jika hati ini seringkali dengki
Jadikan ia penuh SIMPATI
Ahlan Wa Sahlan Wa Marhaban Ya Ramadhan
Bebaskan Diri dari ROAMING dosa
Raihlah HOKI
Raihlah JEMPOL dari Ilahy
Ucapan 8
Berharap padi dalam lesung
Yang ada cuma rumpun jerami
Harapan hati bertatap langsung
Cuma terlayang e-mail/SMS/status/komentar/inbox ini.
Sebelum cahaya padam
Sebelum hidup berakhir
Sebelum pintu tobat tertutup
Sebelum Ramadhan datang
Saya mohon maaf lahir dan bathin
Ucapan 9
Gersang bumi tanpa hujan
Gersang akal tanpa ilmu
Gersang hati tanpa iman
Gersang jiwa tanpa amal
Marhaban ya ramadhan
Ucapan 10
Seiring terbenam mentari diakhir Sya’ban
Tibalah kini bulan Ramadhan
Pesan ini sebagai ganti jabat tangan
Tuk memohonkan maaf dari kekhilafan
Marhaban yaa Ramadhan
Ucapan 11
Marhaban yaa Ramadhan,
Pucuk selasih bertunas menjulang,
Dahannya patah tolong betulkan,
Puasa Ramadhan kembali menjelang,
Salah dan khilaf mohon dimaafkan.
Selamat Menunaikan Ibadah puasa.
Ucapan 12
Perkataan paling berbobot adalah “ALLAH”
Lagu termerdu adalah “ADZAN”
Buku terbaik adalah “AL QUR’AN”
Senam paling sehat adalah “SHALAT” Kebersihan paling menyegarkan adalah “WUDHU”
Perjalanan terindah adalah “HAJI”
Khayalan paling mengesankan adalah ingat akan “DOSA”
Diet paling sempurna adalah “PUASA”
Selamat merengkuh berkah Ramadhan
Ucapan 13
Selembut embun dipagi hari,
Tengadah tangan sepuluh jari,
Ucapkan salam setulus hati,
Selamat menyambut bulan yang suci.
Ucapan 14
Maaf pulsa amal anda tidak mencukupi untuk melakukan panggilan ke surga, untuk itu isilah segera pulsa amal anda dibulan puasa ini.
Met ramadhan
Ucapan 15
Kembang melati sungguh indah.
Di tengah halaman jadi hiasan.
Harum ramadhan tercium sudah.
Salah dan khilaf mohon dimaafkan.
Ucapan 16
Jika hati sejernih air, jangan biarkan ia keruh.
Jika hati seputih awan, jangan biarkan ia mendung.
Jika hati seindah bulan, bingkailah ia dengan iman.
Mohon kemaafan agar ramadhan ini penuh keikhlasan.
Ucapan 17
Moga Allah jadikan subuhmu ceria, dhuhurmu bahagia, asarmu terpelihara, maghribmu bermakna dan isya'mu memberi keberkahan selamanya.
Moga doamu tidak ditolak, rezekimu diluaskan dan dibuka pintu syurga yang tiada tandingan.
Selamat mengisi bulan Ramadhan.
Ucapan 18
Marhaban ya ramadhan
Selamat datang bulan suci
Namamu senantiasa di hati
Kedatanganmu selalu dinanti
Fadhilah & ganjaranmu ramai dicari
Ibadahmu diberkati
Dan kepergianmu pun ditangisi
Selamat menggapai ridha ilahi
Ucapan 19
Segagah apapun diri, bukanlah pahlawan jika nafsu tak dapat dilawan.
Setinggi apapun derajat, bukanlah mulia jika tak ada iman di dada.
Setinggi langitpun ilmu, bukanlah bijaksana jika tak diamal dan diguna.
Sealim apapun akhlak, bukanlah ulama jika takabur dan riya'.
Selamat menyambut Ramadhan.
Ucapan 20
Dalam kesakitan teruji kesabaran
Dalam perjuangan teruji keikhlasan
Dalam ukhuwah teruji ketulusan
Dalam tawakkal teruji keyakinan
Hidup ini amat indah jika Allah menjadi tujuan
Selamat menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan.
Demikian tadi ucapan ucapan menyambut Ramadhan. Jika pembaca mempunyai ucapan indah lainnya, sudilah kiranya berbagi melalui komentar di bawah ini.
Selamat menggapai pahala dan ketaqwaan di bulan Ramadhan…
Jangan lupa sukai page Islamic Motivation
Minggu, 05 Januari 2014
mirah,singa betina dari marunda
Pada suatu malam, centeng-centeng di rumah Babah Yong di Kemayoran
terkapar di lantai. Babah Yong sendiri terikat di tiang ruang tengah.
Perabot rumah berantakan. Barang-barang berharga dibawa kabur kawanan perampok.
Malam itu juga, Tuan Ruys penguasa daerah Kemayoran segera datang mempelajari bekas-bekas perampokan. Di situ juga Nadir Bek Kemayoran. Petugas lain yang ikut sibuk adalah para opas.
“Tangkap Asni!” perintah Tuan Ruys kepada Bek Kemayoran. Keesokan harinya seorang pemuda yang gagah sudah diborgol dan ditahan di kantor Opas Kemayoran. Bek Kemayoran melaporkan hasil tangkapannya kepada Tuan Ruys.
“Langsung saja masukkan ke penjara, Saeyan!” perintah Tuan Ruys kepada Bek Kemayoran.
Asni keberatan dimasukkan ke penjara. Dia menjelaskan bahwa dia tidak berbuat apa-apa. Malam itu dia di rumah. Dia tidak pergi ke mana-mana. Saksinya juga berkata kalau malam itu Asni di rumah.
Setelah diselidiki dengan teliti, akhirnya Asni dilepas kembali, tidak jadi dimasukkan ke penjara.
Namun, ada syaratnya, yaitu dia harus sanggup menangkap perampok
sebenarnya. Kalau tidak berhasil, dia akan dijebloskan kembali ke
penjara.
Sementara itu, di Marunda ada seorang gadis remaja cantik bernama Mirah. Ibunya sudah lama meninggal, saat dia berusia tiga tahun. Bapaknya, Bang Bodong, belum mau menikah lagi. Dia selalu teringat istrinya yang tercinta. Oleh karena itu, Bang Bodong sangat menyayangi Mirah. Dia asuh Mirah dengan baik. Mirah dididik dengan penuh kesabaran agar kelak menjadi wanita yang dapat dibanggakan. Anehnya, Mirah lebih suka bermain dengan kawankawan lelaki. Dia senang mendayung sampai ke muara atau berenang tiap hari di Sungai Blencong. Tidak aneh kalau Mirah sering adu renang dari seberang sungai ke seberang lainnya.
Selain itu, Mirah juga tertarik pada ilmu silat. Dia bergabung dengan kawan-kawan lelakinya untuk berlatih silat. Dia bukan saja berbakat, tetapi juga pemberani. Melihat hal itu Bang Bodong melatih sendiri putrinya dengan lebih tekun. Dalam waktu singkat, ketangkasan Mirah sangat mengesankan. Sering dia diadu dengan kawan-kawan lelakinya. Tidak seorang pun sanggup menandingi ketangkasan Mirah. Semua lelaki yang dihadapi dikalahkannya. Mirah sangat disegani dan tidak ada duanya di kampung Marunda.
Bapaknya merasa khawatir terhadap masa depan putrinya. Bagaimanapun Mirah adalah wanita, kelak memerlukan seorang pendamping, seorang pelindung, dan seorang suami. Kalau semua lelaki yang datang selalu ditolak, Mirah nantinya tidak menikah. la akan menjadi perawan tua.
Pada saat itu Asni melakukan penyelidikan ke Marunda. Dia ditegur penjaga gardu.
“Apa siang hari begini harus permisi juga?” tanya Asni.
Penjaga kampung Marunda tersinggung mendengar pertanyaan itu. Asni dipelototi dan segera ditendang. Namun, Asni sudah slap. Tendangan itu membuat penyerangnya hilang keseimbangan dan terjerembab. Kawan yang lain langsung memukul kepala Asni dengan tongkat. Dengan mudahnya Asni menangkap tangan penyerangnya, dipelintir sedemikian rupa hingga orang itu mengaduh kesakitan.
Kedua penjaga kampung itu segera an ke rumah Bang Bodong. Mereka lapor kalau mereka telah diserang seorang perusuh yang mabuk. Kontan Bang Bodong marah-marah. Dia mencari perusuh yang dimaksud. Tanpa banyak tanya Bang Bodong menyerang dengan jurus-jurusnya yang berbahaya. Repot juga Asni menangkis. Bang Bodong memang pendekar berpengalaman. Asni harus hati-hati mengambit langkah-langkah mengelak sehingga tidak heran kalau Bang Bodong hanya mendapatkan angin. Asni sigap sekali meloncat, bersalto ke belakang, koprol, dan berguling-guting. Akhirnya, Bang Bodong terengah-engah. Tanpa melakukan serangan balasan Bang Bodong sudah jatuh dengan sendirinya.
Mendengar ayahnya dikalahkan Asni yang jauh Iebih muda itu, Mirah seperti melayang saat lari menyerang ke arah lawan.
Asni justru senang menghadapi pendekar wanita yang mengamuk. Jurus-jurus Mirah sangat berbahaya. Mirah menggunakan tongkat. Hal itu membuat Asni jungkir balik. Elakan disertai tepisan tangan membuat Mirah terlempar ke kolam ikan. Tentu saja Mirah ditelan lumpur, tetapi dia bangkit kembali dengan cepat.
Kemudian, Asni diserang dengan pedang. Entah bagaimana caranya, pedang terlepas dari tangan dan Mirah terlempar ke pohon yang bercabang-cabang. Saat jatuh ke tanah, tubuh Mirah sudah ditangkap Asni. Mirah geram sekali, sementara Asni tersenyum-senyum. Hal itu membuat Mirah makin marah. Untung Bang Bodong mengikuti adu silat itu dengan saksama.
“Jodohmu datang juga akhirnya, Mirah,” kata ayahnya, “kamu harus terima dia sebagai pemenang yang jantan. Kamu tidak boleh ingkar janji. Dia berhak mengambilmu sebagai istri.”
Para pengikut Bang Bodong langsung bersorak. Asni diterima bekas musuhnya sebagai keluarga Baru. Pada saat itulah Asni menceritakan asal usul dirinya. Dia datang ke Marunda untuk mencari kawanan perampok. Dulu perampok itu merampok rumah Babah Yong di Kemayoran. Kalau sampai gagal menangkap kawanan perampok itu, dia akan masuk penjara.
Baik Mirah maupun ayahnya segera tahu siapa yang dimaksud. Tidak lain
Tirta dan kelompoknya yang sering berbuat onar. Mereka tinggal di
Karawang. Untuk menangkapnya tidak sulit, undang saja Tirta dan
kawan-kawannya ke pesta perkawinan yang segera dilaksanakan di kampung
Marunda.
Undangan disebar. Pesta dilangsungkan besar-besaran. Tamu-tamu Bang Bodong datang dari berbagai pelosok. Ketika Tirta datang, dia amat kaget bertemu dengan Bek Kemayoran. Ternyata bukan Bek saja yang dijumpai. Tirta juga melihat Tuan Ruys. Kemudian yang membuatnya paling tidak tenteram duduk adalah opas-opas dan para centeng Babah Yong. Mereka seperti sudah mengepung dirinya. Oleh karena itu, tidak ada cara lain yang dapat dilakukan Tirta kecuali mengeluarkan pistolnya. Dia mengacung-acungkan senjata api itu ke arah Bek Kemayoran dan segera ditembakkan. Letusan itu membuat para tame panik dan bubar. Bang Bodong bermaksud menghalangi Tirta yang ingin menembak lagi. Pistol meletus dan melukai Bang Bodong. Pendekar tua itu terpental dan dadanya berdarah. Dia pingsan tidak sadarkan diri.
Tirta
kabur dari tempat pesta itu. Opas-opas mengejarnya. Centeng-centeng
ikut mengejar sambil menghunus golok masing-masing. Akan tetapi, dari
semua mengejar itu justru Mirah paling cepat. Dia segera tampak berebut
pistol derigan Tirta. Setelah beberapa saat berguling-guling di pasir pantai, tiba-tiba letusan pistol menggema. Tirta tampak berwajah pucat sambil merintih kesakitan.
“Pokoknya saya sudah lega dapat berjumpa denganmu, Mirah. Hanya Benda ini yang dapat saya berikan kepadamu,” kata Tirta.
Setelah bungkusan itu dibuka, Mirah melihat pending emas yang indah. Dengan terharu Mirah memperkenalkan Asni yang datang menyusul.
“Ini suami saya, Tirta,” kata Mirah.
Tirta dan Asni bertatapan.
“Kamu adik saya, Asni,” kata Tirta sambil memeluk, “kita satu ayah. Ibu saya dari Karawang, Ibumu dari Banten.”
Tidak lama kemudian Tirta kehabisan darah dan tidak bernapas lagi. Asni dan Mirah amat sedih. Bang Bodong sudah siuman dari pingsannya dan mendapatkan perawatan.
Beberapa minggu kemudian, Asni dan Mirah meninggalkan Marunda. Mereka telah menjadi pasangan suami istri yang berbahagia dan tinggal di Kemayoran sampai tua
Malam itu juga, Tuan Ruys penguasa daerah Kemayoran segera datang mempelajari bekas-bekas perampokan. Di situ juga Nadir Bek Kemayoran. Petugas lain yang ikut sibuk adalah para opas.
“Tangkap Asni!” perintah Tuan Ruys kepada Bek Kemayoran. Keesokan harinya seorang pemuda yang gagah sudah diborgol dan ditahan di kantor Opas Kemayoran. Bek Kemayoran melaporkan hasil tangkapannya kepada Tuan Ruys.
“Langsung saja masukkan ke penjara, Saeyan!” perintah Tuan Ruys kepada Bek Kemayoran.
Asni keberatan dimasukkan ke penjara. Dia menjelaskan bahwa dia tidak berbuat apa-apa. Malam itu dia di rumah. Dia tidak pergi ke mana-mana. Saksinya juga berkata kalau malam itu Asni di rumah.
Setelah diselidiki dengan teliti, akhirnya Asni dilepas kembali, tidak jadi dimasukkan ke penjara.
Sementara itu, di Marunda ada seorang gadis remaja cantik bernama Mirah. Ibunya sudah lama meninggal, saat dia berusia tiga tahun. Bapaknya, Bang Bodong, belum mau menikah lagi. Dia selalu teringat istrinya yang tercinta. Oleh karena itu, Bang Bodong sangat menyayangi Mirah. Dia asuh Mirah dengan baik. Mirah dididik dengan penuh kesabaran agar kelak menjadi wanita yang dapat dibanggakan. Anehnya, Mirah lebih suka bermain dengan kawankawan lelaki. Dia senang mendayung sampai ke muara atau berenang tiap hari di Sungai Blencong. Tidak aneh kalau Mirah sering adu renang dari seberang sungai ke seberang lainnya.
Selain itu, Mirah juga tertarik pada ilmu silat. Dia bergabung dengan kawan-kawan lelakinya untuk berlatih silat. Dia bukan saja berbakat, tetapi juga pemberani. Melihat hal itu Bang Bodong melatih sendiri putrinya dengan lebih tekun. Dalam waktu singkat, ketangkasan Mirah sangat mengesankan. Sering dia diadu dengan kawan-kawan lelakinya. Tidak seorang pun sanggup menandingi ketangkasan Mirah. Semua lelaki yang dihadapi dikalahkannya. Mirah sangat disegani dan tidak ada duanya di kampung Marunda.
Bapaknya merasa khawatir terhadap masa depan putrinya. Bagaimanapun Mirah adalah wanita, kelak memerlukan seorang pendamping, seorang pelindung, dan seorang suami. Kalau semua lelaki yang datang selalu ditolak, Mirah nantinya tidak menikah. la akan menjadi perawan tua.
Pada saat itu Asni melakukan penyelidikan ke Marunda. Dia ditegur penjaga gardu.
“Apa siang hari begini harus permisi juga?” tanya Asni.
Penjaga kampung Marunda tersinggung mendengar pertanyaan itu. Asni dipelototi dan segera ditendang. Namun, Asni sudah slap. Tendangan itu membuat penyerangnya hilang keseimbangan dan terjerembab. Kawan yang lain langsung memukul kepala Asni dengan tongkat. Dengan mudahnya Asni menangkap tangan penyerangnya, dipelintir sedemikian rupa hingga orang itu mengaduh kesakitan.
Kedua penjaga kampung itu segera an ke rumah Bang Bodong. Mereka lapor kalau mereka telah diserang seorang perusuh yang mabuk. Kontan Bang Bodong marah-marah. Dia mencari perusuh yang dimaksud. Tanpa banyak tanya Bang Bodong menyerang dengan jurus-jurusnya yang berbahaya. Repot juga Asni menangkis. Bang Bodong memang pendekar berpengalaman. Asni harus hati-hati mengambit langkah-langkah mengelak sehingga tidak heran kalau Bang Bodong hanya mendapatkan angin. Asni sigap sekali meloncat, bersalto ke belakang, koprol, dan berguling-guting. Akhirnya, Bang Bodong terengah-engah. Tanpa melakukan serangan balasan Bang Bodong sudah jatuh dengan sendirinya.
Mendengar ayahnya dikalahkan Asni yang jauh Iebih muda itu, Mirah seperti melayang saat lari menyerang ke arah lawan.
Asni justru senang menghadapi pendekar wanita yang mengamuk. Jurus-jurus Mirah sangat berbahaya. Mirah menggunakan tongkat. Hal itu membuat Asni jungkir balik. Elakan disertai tepisan tangan membuat Mirah terlempar ke kolam ikan. Tentu saja Mirah ditelan lumpur, tetapi dia bangkit kembali dengan cepat.
Kemudian, Asni diserang dengan pedang. Entah bagaimana caranya, pedang terlepas dari tangan dan Mirah terlempar ke pohon yang bercabang-cabang. Saat jatuh ke tanah, tubuh Mirah sudah ditangkap Asni. Mirah geram sekali, sementara Asni tersenyum-senyum. Hal itu membuat Mirah makin marah. Untung Bang Bodong mengikuti adu silat itu dengan saksama.
“Jodohmu datang juga akhirnya, Mirah,” kata ayahnya, “kamu harus terima dia sebagai pemenang yang jantan. Kamu tidak boleh ingkar janji. Dia berhak mengambilmu sebagai istri.”
Para pengikut Bang Bodong langsung bersorak. Asni diterima bekas musuhnya sebagai keluarga Baru. Pada saat itulah Asni menceritakan asal usul dirinya. Dia datang ke Marunda untuk mencari kawanan perampok. Dulu perampok itu merampok rumah Babah Yong di Kemayoran. Kalau sampai gagal menangkap kawanan perampok itu, dia akan masuk penjara.
Undangan disebar. Pesta dilangsungkan besar-besaran. Tamu-tamu Bang Bodong datang dari berbagai pelosok. Ketika Tirta datang, dia amat kaget bertemu dengan Bek Kemayoran. Ternyata bukan Bek saja yang dijumpai. Tirta juga melihat Tuan Ruys. Kemudian yang membuatnya paling tidak tenteram duduk adalah opas-opas dan para centeng Babah Yong. Mereka seperti sudah mengepung dirinya. Oleh karena itu, tidak ada cara lain yang dapat dilakukan Tirta kecuali mengeluarkan pistolnya. Dia mengacung-acungkan senjata api itu ke arah Bek Kemayoran dan segera ditembakkan. Letusan itu membuat para tame panik dan bubar. Bang Bodong bermaksud menghalangi Tirta yang ingin menembak lagi. Pistol meletus dan melukai Bang Bodong. Pendekar tua itu terpental dan dadanya berdarah. Dia pingsan tidak sadarkan diri.
“Pokoknya saya sudah lega dapat berjumpa denganmu, Mirah. Hanya Benda ini yang dapat saya berikan kepadamu,” kata Tirta.
Setelah bungkusan itu dibuka, Mirah melihat pending emas yang indah. Dengan terharu Mirah memperkenalkan Asni yang datang menyusul.
“Ini suami saya, Tirta,” kata Mirah.
Tirta dan Asni bertatapan.
“Kamu adik saya, Asni,” kata Tirta sambil memeluk, “kita satu ayah. Ibu saya dari Karawang, Ibumu dari Banten.”
Tidak lama kemudian Tirta kehabisan darah dan tidak bernapas lagi. Asni dan Mirah amat sedih. Bang Bodong sudah siuman dari pingsannya dan mendapatkan perawatan.
Beberapa minggu kemudian, Asni dan Mirah meninggalkan Marunda. Mereka telah menjadi pasangan suami istri yang berbahagia dan tinggal di Kemayoran sampai tua
CERITA-CERITA
SAHABAT UNTUK GABUS
“Woy, Bang! Ngapain di situ? Di sini saja! Ikannya lebih banyak!” ajak Bang Kirdun bersemangat.
“Yah saya mah sudah enak nyari di sini!” jawab Bang Hamid dengan seru juga.
Bang Kirdun dan Bang Hamid adalah pencari ikan yang sangat ramai jikalau berada di sekitar empang dan rawa gabus.Mereka tidak akan menyerah sebelum mendapatkan apa yang mereka cari. Mereka akan terus berusaha dan bersemangat.
Sementara di dalam rawa.
“Ya ampuun … gawat, gawat, gawat!” Ucap seluruh penghuni rawa.
“Kita harus pindah nih!” Ucap seekor udang yang bernama Ebi.
“Wah, betul tuh,ayo ayo!” Ajak seekor sepat yang bernama Sepati.
Akhirnya mereka memutuskan untuk bersembunyi saja di bawah rerumputan rerumputan kangkung yang ada di dalam rawa itu. Tapi perasaan takut masih menyelimuti mereka. Mereka tidak akan rela jika salah satu penduduk atau ikan-ikan di rawa itu terjebak ke dalam tangkapan manusia yang sering berada di rawa itu.
“Teman, kita tidak boleh lagi kehilangan saudara kita lagi!” ucap si Ebi cemas.
“Iya betul, aku setuju!” ucap si Sepati.
“Tapi, kita tidak bisa berbuat apa-apa!Kita hanya bisa menghindar dan bersembunyi. Bagaimana ini?” tanya si Ebi dengan nafas tersenggal-senggal.
“Kamu itu Bi, kamu yang memberi pendapat tapi kamu juga yang bertanya, membuat bingung saja!” ucap Sepati dengan penuh tanda tanya di kepalanya.
Mereka mengetahui, pasti selalu saja ada korban dalam kejadian ini. Mereka sangat membenci manusia, walaupun mereka tidak mengetahui apa alasan manusia menangkap bangsa mereka.
Bang Kirdun dan Bang hamid masing-masing memiliki satu orang istri dan dua orang anak. Mereka hidup dengan kesederhanaan. Mungkin mereka tidak akan bisa makan jikalau Bang kirdun dan Bang Hamid tidak mencari ikan di rawa. Bagi mereka rawa adalah mata pencahariannya yang sangat membantu. Mereka sangat bergantung pada rawa. Hingga mereka tidak pernah patah semangat. Putra Bang Kirdun dan Bang Hamid juga sangat suka membantu mereka mencari ikan. Ikan yang sering mereka dapat adalah ikan gabus, karena bagi mereka rasa ikan gabus setelah di masak itu lezat sekali. Maka dari itu mereka lebih suka menangkap ikan gabus walaupun terkadang itu sangat sulit.
Keesokan harinya di rawa gabus …
“Bi, menurut aku di rawa ini yang lebih sering terkena jebakkan manusia adalah bangsa ikan gabus. Kita seharusnya juga membantu bangsa gabus”, ucap Sepati dengan bijaksana.
“Iya juga sih, betul tuh, oke deh. Mulai sekarang kita harus lebih mengutamakan keselamatan bangsa gabus, kasihan mereka.” ucap Ebi dengan semangat yang berkobar.
Sementara di pinggir rawa…
Seperti biasanya Bang Kirdun dan Bang Hamid pagi-pagi sudah berada di pinggir rawa xgabus. Kali ini mereka menggunakan jaring untuk menangkap ikan dan bukan dengan cara menangkap seperti hari hari kemarin karena mereka sudah mengetahui bahwa cara kemarin tidak bagus lagi.
“Ayo Mid, kita mencari ikan lagi. Dengan cara kali ini pasti kita akan mendapat ikan yang lebih banyak dari pada kemarin!” ajak bang kirdun dengan semangat.
“Ayo! Siapa takut, kita cari ikan sampai habis!” ucap bang hamid dengan gagah.
Bang Hamid dan bang Kirdun melempar jaring mereka ke tengah-tengah rawa.
Di dalam rawa …
“Wah Pat, manusia-manusia itu tidak lagi menggunakan tangan mereka untuk menangkap kita, melainkan menggunakan jaring,lebih gawat dari kemarin!” ucap Udang Ebi dengan cemas.
“Wah, iya tuh Bi, betul. Kita sebaiknya di sini saja, sambil mengawasi jangan sampai ada ikan-ikan yang lewat daerah ini untuk sekarang sekarang!” timpal Ikan Sepati.
Akan tetapi baru saja mereka selesai bicara, ada seekor ikan gabus yang ingin pergi ke ujung rawa, sedangkan di ujung rawa ada Bang Kirdun dan Bang Hamid yang sedang sibuk menggelar jaring sampai ada ikan yang masuk ke dalam jaring itu.
“Jangan, awas!” teriak udang Ebi.
“Hai Gabus, jangan ke arah ujung rawa, bahaya!” ucap Ikan Sepati dengan nafas terengah-engah.
Tapi ikan gabus itu tidak menengok bahkan tidak memberi respon kepada Ebi dan Sepati, ia tetap berenang menuju ujung rawa.
“Awaaaaaaaas!” teriak sepati dan ebi bersamaan, mereka langsung berenang menghampiri si gabus.
“Ayo-ayo Bi, cepat!” ucap sepati.
“Tolong tolong, aku tersangkut!” ucap si gabus dengan rasa takut. Ia langsung teringat akan saudara-saudaranya yang sudah tiada karena tertangkap oleh tangan manusia. Hingga ia tidak sadar bahwa dirinya berada dalam keadaan yang membahayakan dirinnya juga. Tetapi Ebi dan Sepati tetap mendatangi si gabus untuk menolong.
“Ayo cepat, kamu jangan melamun,keadaan kamu dalam bahaya.” Ucap sepati sambil melepaskan ekor gabus dari jebakan jaring.
“Ayo…kita harus cepat, kalau tidak kita semua bisa terperangkap dalam jaring ini.” Ucap Ebi dangan tergesa-gesa.
Hingga Sepati tidak sadar bahwa ekornya juga tersangkut di dalam jaring.
“Aduuuuuh ekorku, kalian berdua pergi duluan saja, jangan sampai kalian kena lagi.” Ucap Sepati dengan ikhlas.
Walaupun Sepati berbicara seperti itu, si gabus dan si udang Ebi tidak akan meninggalkan Sepati. Si Gabus akan lebih merasa bersalah jikalau dirinya terbebas tetapi temannya terperangkap. Sementara itu, Bang Kirdun dan Bang Hamid sudah ingin menarik kembali jaring mereka.
“Bang Hamid, ayo cepat! Keburu ikannya lolos lagi!” ucap Bang Kirdun dengan tegas.
Di dalam rawa…
Si udang Ebi dan si gabus tetap berusaha melepaskan Sepati. Padahal Sepati sudah tertarik-tarik oleh jaring Bang Kirdun dan Bang Hamid. Tetapi mereka harus bisa.
“Ayoooooo…. Ayo tarik tangan ku.” Ucap sepati.
Mereka terus menarik hingga sepati terbebas dari jaring itu.
Rasa bahagia, terharu, senang dan sedih, menyelimuti mereka.
“Ya ya ya, syukurlah, kira semua sudah bebas!” Ucap si udang Ebi.
“Iya ya, senangnyaaa” Ucap Sepati dalam keadaan nafas terengah-engah.
“Oh iya, terimakasih yaaa, kalian sudah menolongku, tanpa kalian mungkin aku sudah menjadi gabus goreng yang lezat di atas sana. Sekali lagi aku ucapkan terimakasih banyak ya.” Ucap si gabus.
“Iya sama-sama, tanpa bantuan mu, aku juga tidak akan lepas dari jaring tadi.” Ucap Sepati.
“Oh iya,sampai lupa,kita kan belum kenalan.Perkenalkan nama ku gabus.Kalian bisa memanggilku Busi.” Ucap si gabus.
“Busi? lucu juga panggilanmu, oke nama ku Sepati dan ini temanku namanya Ebi.” Ucap Sepati dengan seru.
“Kalian berani ya padahal kalian hanya berdua, saudara atau keluarga kalian kemana?” tanya si Gabusi.
“Keluarga kami sudah tidak ada, itu semua juga karena mereka terjebak dalam tangkapan manusia.” Ucap Sepati dengan sedih.
“Keluargaku juga tidak ada, mereka juga terjebak dalam tangan manusia, karena manusia-manusia itu sangat menyukai ikan gabus. Kalian tahu tidak, rawa ini kan di namakan rawa gabus. Karena sebagaian besar, rawa ini di huni oleh bangsaku.” Cerita Gabusi.
“Oh, seperti itu ya, aku baru tahu.” Ucap si Ebi.
“Aku juga.” Ucap Sepati ikut nimbrung.
Mereka bertiga merasa bahwa mereka memiliki nasib yng sama. Sampai akhirnya Ebi dan Sepati mengajak Gabusi supaya bersama mereka saja. Gabusi merasa bahwa dirinya sangat beruntung.Walaupun saudara dan keluarganya sudah tidak ada.Ia mendapatkan teman baru bahkan sahabat.Karena mereka sudah saling tolong-menolong. Akhirnya Sepati si ikan sepat, Ebi si udang dan Gabusi si ikan gabus bersahabat.Mereka berjanji akan selalu menjaga rawa tempat mereka tinggal.Dan mereka akan selalu siap menolong siapapun ikan yang terjebak oleh perangkap manusia.
Sementara di atas rawa …
Setelah Bang Kirdun dan Bang Hamid menarik kembali jaring mereka.
Mereka tidak melihat seekor pun ikan atau udang. Yang mereka dapatkan
hanya tanaman kangkung yang hidup di rawa itu.
“Aduuuuuuh bang, kita tidak mendapatkan apa-apa, ada apa ini?” Tanya Bang Kirdun dengan tanda tanya besar.
“Tidak tahu ini, kok tumben ya? Yang kita dapat hanya tanaman kangkung. Apa mungkin ikan-ikan di rawa gabus ini sudah habis oleh kita?” Tanya Bang Hamid.
“Oh iya, bagaimana kalau kita mulai sekarang mencari kangkung saja, yang dengan mudah kita dapatkan!” Usul Bang Kirdun dengan seru.
“Oke boleh, usul bagus tuh!” Ucap Bang Hamid dengan seru juga.
Akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti mencari ikan gabus dan berpindah menjadi pencari kangkung. Yang mungkin dapat mereka jual di pasar. Mereka juga tidak perlu mencari makan, karena kangkung juga bisa di masak. Putra mereka yang sebelumnya juga suka mencari ikan gabus dan dijadikan makanan, mereka pindah menyukai masakan sayur kangkung. Hobi mereka untuk mencari ikan juga terhentikan. Karena menurut mereka ikan gabus di rawa itu sudah tidak ada bahkan sudah habis. Tetapi mereka tetap bahagia dengan apa yang di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Karena hal itu pasti lebih baik dari pada sebelumnya.
“Woy, Bang! Ngapain di situ? Di sini saja! Ikannya lebih banyak!” ajak Bang Kirdun bersemangat.
“Yah saya mah sudah enak nyari di sini!” jawab Bang Hamid dengan seru juga.
Bang Kirdun dan Bang Hamid adalah pencari ikan yang sangat ramai jikalau berada di sekitar empang dan rawa gabus.Mereka tidak akan menyerah sebelum mendapatkan apa yang mereka cari. Mereka akan terus berusaha dan bersemangat.
Sementara di dalam rawa.
“Ya ampuun … gawat, gawat, gawat!” Ucap seluruh penghuni rawa.
“Kita harus pindah nih!” Ucap seekor udang yang bernama Ebi.
“Wah, betul tuh,ayo ayo!” Ajak seekor sepat yang bernama Sepati.
Akhirnya mereka memutuskan untuk bersembunyi saja di bawah rerumputan rerumputan kangkung yang ada di dalam rawa itu. Tapi perasaan takut masih menyelimuti mereka. Mereka tidak akan rela jika salah satu penduduk atau ikan-ikan di rawa itu terjebak ke dalam tangkapan manusia yang sering berada di rawa itu.
“Iya betul, aku setuju!” ucap si Sepati.
“Tapi, kita tidak bisa berbuat apa-apa!Kita hanya bisa menghindar dan bersembunyi. Bagaimana ini?” tanya si Ebi dengan nafas tersenggal-senggal.
“Kamu itu Bi, kamu yang memberi pendapat tapi kamu juga yang bertanya, membuat bingung saja!” ucap Sepati dengan penuh tanda tanya di kepalanya.
Mereka mengetahui, pasti selalu saja ada korban dalam kejadian ini. Mereka sangat membenci manusia, walaupun mereka tidak mengetahui apa alasan manusia menangkap bangsa mereka.
Bang Kirdun dan Bang hamid masing-masing memiliki satu orang istri dan dua orang anak. Mereka hidup dengan kesederhanaan. Mungkin mereka tidak akan bisa makan jikalau Bang kirdun dan Bang Hamid tidak mencari ikan di rawa. Bagi mereka rawa adalah mata pencahariannya yang sangat membantu. Mereka sangat bergantung pada rawa. Hingga mereka tidak pernah patah semangat. Putra Bang Kirdun dan Bang Hamid juga sangat suka membantu mereka mencari ikan. Ikan yang sering mereka dapat adalah ikan gabus, karena bagi mereka rasa ikan gabus setelah di masak itu lezat sekali. Maka dari itu mereka lebih suka menangkap ikan gabus walaupun terkadang itu sangat sulit.
Keesokan harinya di rawa gabus …
“Bi, menurut aku di rawa ini yang lebih sering terkena jebakkan manusia adalah bangsa ikan gabus. Kita seharusnya juga membantu bangsa gabus”, ucap Sepati dengan bijaksana.
“Iya juga sih, betul tuh, oke deh. Mulai sekarang kita harus lebih mengutamakan keselamatan bangsa gabus, kasihan mereka.” ucap Ebi dengan semangat yang berkobar.
Sementara di pinggir rawa…
Seperti biasanya Bang Kirdun dan Bang Hamid pagi-pagi sudah berada di pinggir rawa xgabus. Kali ini mereka menggunakan jaring untuk menangkap ikan dan bukan dengan cara menangkap seperti hari hari kemarin karena mereka sudah mengetahui bahwa cara kemarin tidak bagus lagi.
“Ayo Mid, kita mencari ikan lagi. Dengan cara kali ini pasti kita akan mendapat ikan yang lebih banyak dari pada kemarin!” ajak bang kirdun dengan semangat.
“Ayo! Siapa takut, kita cari ikan sampai habis!” ucap bang hamid dengan gagah.
Bang Hamid dan bang Kirdun melempar jaring mereka ke tengah-tengah rawa.
Di dalam rawa …
“Wah Pat, manusia-manusia itu tidak lagi menggunakan tangan mereka untuk menangkap kita, melainkan menggunakan jaring,lebih gawat dari kemarin!” ucap Udang Ebi dengan cemas.
“Wah, iya tuh Bi, betul. Kita sebaiknya di sini saja, sambil mengawasi jangan sampai ada ikan-ikan yang lewat daerah ini untuk sekarang sekarang!” timpal Ikan Sepati.
Akan tetapi baru saja mereka selesai bicara, ada seekor ikan gabus yang ingin pergi ke ujung rawa, sedangkan di ujung rawa ada Bang Kirdun dan Bang Hamid yang sedang sibuk menggelar jaring sampai ada ikan yang masuk ke dalam jaring itu.
“Jangan, awas!” teriak udang Ebi.
“Hai Gabus, jangan ke arah ujung rawa, bahaya!” ucap Ikan Sepati dengan nafas terengah-engah.
Tapi ikan gabus itu tidak menengok bahkan tidak memberi respon kepada Ebi dan Sepati, ia tetap berenang menuju ujung rawa.
“Awaaaaaaaas!” teriak sepati dan ebi bersamaan, mereka langsung berenang menghampiri si gabus.
“Ayo-ayo Bi, cepat!” ucap sepati.
“Tolong tolong, aku tersangkut!” ucap si gabus dengan rasa takut. Ia langsung teringat akan saudara-saudaranya yang sudah tiada karena tertangkap oleh tangan manusia. Hingga ia tidak sadar bahwa dirinya berada dalam keadaan yang membahayakan dirinnya juga. Tetapi Ebi dan Sepati tetap mendatangi si gabus untuk menolong.
“Ayo cepat, kamu jangan melamun,keadaan kamu dalam bahaya.” Ucap sepati sambil melepaskan ekor gabus dari jebakan jaring.
“Ayo…kita harus cepat, kalau tidak kita semua bisa terperangkap dalam jaring ini.” Ucap Ebi dangan tergesa-gesa.
Hingga Sepati tidak sadar bahwa ekornya juga tersangkut di dalam jaring.
“Aduuuuuh ekorku, kalian berdua pergi duluan saja, jangan sampai kalian kena lagi.” Ucap Sepati dengan ikhlas.
Walaupun Sepati berbicara seperti itu, si gabus dan si udang Ebi tidak akan meninggalkan Sepati. Si Gabus akan lebih merasa bersalah jikalau dirinya terbebas tetapi temannya terperangkap. Sementara itu, Bang Kirdun dan Bang Hamid sudah ingin menarik kembali jaring mereka.
“Bang Hamid, ayo cepat! Keburu ikannya lolos lagi!” ucap Bang Kirdun dengan tegas.
Di dalam rawa…
Si udang Ebi dan si gabus tetap berusaha melepaskan Sepati. Padahal Sepati sudah tertarik-tarik oleh jaring Bang Kirdun dan Bang Hamid. Tetapi mereka harus bisa.
“Ayoooooo…. Ayo tarik tangan ku.” Ucap sepati.
Mereka terus menarik hingga sepati terbebas dari jaring itu.
Rasa bahagia, terharu, senang dan sedih, menyelimuti mereka.
“Ya ya ya, syukurlah, kira semua sudah bebas!” Ucap si udang Ebi.
“Iya ya, senangnyaaa” Ucap Sepati dalam keadaan nafas terengah-engah.
“Oh iya, terimakasih yaaa, kalian sudah menolongku, tanpa kalian mungkin aku sudah menjadi gabus goreng yang lezat di atas sana. Sekali lagi aku ucapkan terimakasih banyak ya.” Ucap si gabus.
“Iya sama-sama, tanpa bantuan mu, aku juga tidak akan lepas dari jaring tadi.” Ucap Sepati.
“Oh iya,sampai lupa,kita kan belum kenalan.Perkenalkan nama ku gabus.Kalian bisa memanggilku Busi.” Ucap si gabus.
“Busi? lucu juga panggilanmu, oke nama ku Sepati dan ini temanku namanya Ebi.” Ucap Sepati dengan seru.
“Kalian berani ya padahal kalian hanya berdua, saudara atau keluarga kalian kemana?” tanya si Gabusi.
“Keluarga kami sudah tidak ada, itu semua juga karena mereka terjebak dalam tangkapan manusia.” Ucap Sepati dengan sedih.
“Keluargaku juga tidak ada, mereka juga terjebak dalam tangan manusia, karena manusia-manusia itu sangat menyukai ikan gabus. Kalian tahu tidak, rawa ini kan di namakan rawa gabus. Karena sebagaian besar, rawa ini di huni oleh bangsaku.” Cerita Gabusi.
“Oh, seperti itu ya, aku baru tahu.” Ucap si Ebi.
“Aku juga.” Ucap Sepati ikut nimbrung.
Mereka bertiga merasa bahwa mereka memiliki nasib yng sama. Sampai akhirnya Ebi dan Sepati mengajak Gabusi supaya bersama mereka saja. Gabusi merasa bahwa dirinya sangat beruntung.Walaupun saudara dan keluarganya sudah tidak ada.Ia mendapatkan teman baru bahkan sahabat.Karena mereka sudah saling tolong-menolong. Akhirnya Sepati si ikan sepat, Ebi si udang dan Gabusi si ikan gabus bersahabat.Mereka berjanji akan selalu menjaga rawa tempat mereka tinggal.Dan mereka akan selalu siap menolong siapapun ikan yang terjebak oleh perangkap manusia.
Sementara di atas rawa …
“Aduuuuuuh bang, kita tidak mendapatkan apa-apa, ada apa ini?” Tanya Bang Kirdun dengan tanda tanya besar.
“Tidak tahu ini, kok tumben ya? Yang kita dapat hanya tanaman kangkung. Apa mungkin ikan-ikan di rawa gabus ini sudah habis oleh kita?” Tanya Bang Hamid.
“Oh iya, bagaimana kalau kita mulai sekarang mencari kangkung saja, yang dengan mudah kita dapatkan!” Usul Bang Kirdun dengan seru.
“Oke boleh, usul bagus tuh!” Ucap Bang Hamid dengan seru juga.
Akhirnya mereka memutuskan untuk berhenti mencari ikan gabus dan berpindah menjadi pencari kangkung. Yang mungkin dapat mereka jual di pasar. Mereka juga tidak perlu mencari makan, karena kangkung juga bisa di masak. Putra mereka yang sebelumnya juga suka mencari ikan gabus dan dijadikan makanan, mereka pindah menyukai masakan sayur kangkung. Hobi mereka untuk mencari ikan juga terhentikan. Karena menurut mereka ikan gabus di rawa itu sudah tidak ada bahkan sudah habis. Tetapi mereka tetap bahagia dengan apa yang di berikan oleh Tuhan Yang Maha Esa. Karena hal itu pasti lebih baik dari pada sebelumnya.
cerita bersejarah
putri bulan
Suatu hari, salah satu teman Hou I menceritakan tentang “Pil Abadi” Hou I langsung mengirim utusannya untuk mendapatkan pil tersebut untuknya dari Ratu Barat.
Sang Ratu tinggal sendirian di atas sebuah gunung yang tinggi. Dia sangat jelek, giginya panjang dan tajam seperti harimau, dia juga memiliki sembilan buah ekor. Dia menghabiskan waktu membuat obat dari rumput, daun dan bunga. Pada awalnya, dia tidak ingin memberikan pil itu pada hamba Hou I. Ketika ia mengatakan siapa tuannya itu, ia menjadi takut. Dia cepat menyerahkan pil tersebut kepadanya.
“Katakan pada majikanmu bahwa pil ini sangat kuat?” Katanya. “Dia tidak boleh memakannya pada saat bulan purnama. Jika dia melakukannya, dia akan terbang langsung ke bulan.”
Hou I sangat senang mendapatkan pil tersebut. Istrinya menyimpannya di sebuah lemari di kamarnya. Suatu malam, saat dia menatap bulan purnama, ia tiba-tiba memutuskan untuk memakan pil tersebut. Tubuhnya terasa menjadi ringan dan injakannya meninggalkan tanah. Dia mulai mengambang di langit menuju bulan.
Ketika suaminya melihat kejadian tersebut, ia mencoba untuk menjatuhkannya dengan busur dan anak panah. Tapi dia sudah terlalu tinggi. Dalam waktu singkat, dia mendarat di bulan. Dia merasa sangat dingin dan kesepian. Dia pun memikirkan suaminya setiap hari dan ingin kembali padanya. Tapi tidak ada jalan bagi dia untuk melakukannya. Akhirnya, ia membangun sebuah rumah kecil di mana dia tinggal sendirian.
“Wahai Raja Penyu sahabatku sampaikanlah apa yang menyebabkan engkau gelisah dan bersedih“, pinta Sultan Alam.
“Negeri hamba, pulau penyu, sudah tidak aman lagi, seekor naga raksasa bernama Smong telah menyerang dan membunuh rakyat hamba, setiap hari ada korban yang jatuh, sebagian rakyat hamba sudah mengungsi kepenjuru dunia karena khawatir akan dimangsa oleh Smong si naga raksasa itu”, jelas Raja Penyu sambil menangis.
Sultan Alam terpukul mendengar penderitaan rakyat dari kerajaan
penyu, beliau sangat sedih atas kejadian tersebut. “ Sahabatku, aku
akan membantu Kerajaan Penyu mengusir naga Smong tersebut”, janji Sultan
Alam dengan suara bergetar.
Tak lama kemudian Sultan Alam mengumpulkan para menteri dan panglima kesultanan Alam dan menceritakan penderitaan Raja penyu Si Meulu dan rakyatnya di negeri Penyu. Maka berdirilah seorang Panglima Laot dan berkata,” Padukan Sultan Alam Perkasa nan bijaksana, izinkan hamba berbicara”.
“Silahkan Panglima Laot,” Sultan mempersilahkan.
“Sudah banyak laporan dari kapal dagang dan nelayan-nelayan dari Barus bahwasanya mereka melihat makhluk raksasa dari kejauhan saat belayar, makhluk itu bila bergerak menyebabkan gelombang yang tinggi”, Jelas Panglima Laot.
“Bagaimana cara kita mengusir makhluk tersebut Pang Laot?”, Tanya Sultan Alam.
“Hamba sudah berdiskusi dengan laksamana-laksaman angkatan laut kita, mereka semua ngeri mendekati perairan negeri Raja penyu Si Meulu, beberapa nelayan telah melihat banyak penyu melarikan diri dari pulau itu dengan tergesa-gesa”, tambah Panglima Laot.
Tiba-tiba seorang pangeran dari Negeri Barus berdiri, ”Yang Mulia Sultan Alam yang Perkasa, raja dari raja-raja negeri Andalas, izinkan hamba pangeran dari Barus berbicara mewakili Ayahanda hamba”.
“Silahkan Ananda, putra raja dari negeri Barus”, Sultan mempersilahkan.
“Kalau Paduka berkenan, saya mengenal seorang bocah, putra dari seorang Laksamana di Negeri hamba, ayahandanya telah lama hilang di laut, konon bocah tersebut telah mengelilingi seluruh samudra untuk mencari Ayahandanya namun belum berhasil menemukannya. Dia menguasai lautan lebih dari siapapun, kami menyebutnya Nabang si penunggang paus”, Jelas Pangeran dari Barus.
“Namun hamba tidak tahu dimana keberadaan bocah tersebut saat ini, karena dia hidupnya di laut dan selalu berpindah-pindah”, tambah Pangeran dari Barus.
“Lalu bagaimana kita mengenalinya?”, Tanya Sultan Alam.
“Apabila kita mendengar suara seruling yang sangat merdu namun menyayat hati penuh kesedihan, itu tandanya bocah tersebut ada di sekitar daerah tersebut”, jelas Pangeran dari Barus.
Sultan Alam terkesima mendengar cerita tersebut dan segera setelah pertemuan selesai Sultan memanggil Sahabatnya si Elang Raja.
“Elang Raja terbanglah engkau, carilah seorang bocah bernama Nabang si penunggang paus, saya ingin bertemu dengannya”, perintah Sultan kepada Elang Raja.
Maka terbanglah si Elang Raja menunaikan perintah sang Sultan. Keesokan harinya saat matahari mulai terbit di depan Istana Alam berdiri seorang bocah kurus berperawakan tinggi dengan seruling yang menggelantung di dadanya.
“Hamba diminta menghadap Sultan Alam yang Perkasa, raja dari raja-raja Negeri Andalas”, Jelas seorang bocah tersebut kepada pengawal Istana.
Kemudian pengawal istana membawa bocah tersebut kedalam istana untuk menghadap sang Sultan yang semalaman tidak bisa tidur memikirkan malapetaka yang menimpa sahabatnya raja penyu.
“Engkaukah Nabang si penunggang paus?”, tanya Sultan penasaran.
“Benar tuanku, hamba bernama Nabang yang paduka maksud”, jawab bocah itu.
“Nyanyikanlah sebuah lagu untukku”, pinta Sultan.
“Hamba hanya menyanyikan lagu kesedihan Paduka Tuannku”, tambah Nambang.
“Ya, saya ingin mendengarkannya”, pinta Sultan Alam.
Kemudian bocah tersebut mulai meniup serulingnya, Sultan dan
orang-orang di istana yang mendengar alunan seruling tersebut seketika
mengalirkan air mata merasakan kesedihan yang mendalam dari alunan
seruling tersebut. Setelah selesai mengalunkan sebuah lagu dengan
serulingnya bocah tersebut bertanya, ”Tuangku Sultan Alam yang Perkasa,
raja dari raja-raja negeri Andalas, apakah yang paduka inginkan dari
hamba sehingga paduka meminta hamba menghadap paduka?”
“Ananda Nabang si penunggang paus, sahabat saya Raja Si Meulu, Raja penyu dari Negeri Penyu, telah datang menceritakan malapetakan yang mereka alami, seekor naga raksasa bernama Smong telah menyerang pulau mereka, naga Smong tersebut memangsang penyu-penyu tersebut”, terang Sultan Alam.
Nabang si penunggan paus mendengar dengan seksama.
“Tiada laksamana kesultanan yang berani menghadapinya, saya ingin mengangkat seorang laksaman untuk menghadapi naga Smong tersebut, seorang putra dari laksaman pemberani dari negeri Barus, Nabang si penunggang paus”, Sultan menjelaskan maksudnya.
“Sebuah kapal besar lengkap dengan peralatan perang dan pasukan angkatan laut pilihan sudah kami siapkan untuk Ananda laksamana”, jelas panglima perang kesultanan Alam.
Nabang si penunggang paus masih terkesima tidak terucap sepatah katapun, hingga akhirnya dia tersedar dan berkata, ”Sultan Alam yang perkasa, tiada makhluk yang mampu mengalahkan naga Smong tersebut, hamba tidak perlu kapal dan pasukan karena akan sia-sia, biarlah hamba pergi sendiri menjalankan perintah tuanku”.
Setalah memberi penghormatan kepada Sultan Alam, Nabang si penunggang paus pergi meninggalkan istana menuju pantai sambil meniup seruling dengan alunan kesedihan.
Keesokan harinya terjadilah perkelahian yang dasyat di samudra dekat pula penyu, negerinya Raja penyu Si Meulu, seorang bocah yang menunggangi ikan paus raksasa bertarung melawan naga raksasa. Beberapa kali bocah tersebut terlempar dari punggung ikan paus yang terpukul oleh ekor naga dan juga beberapa kali naga terjerebah ke dasar samudra terkena serudukan ikan paus. Pertarungan yang dasyat tersebut sepertinya akan dimenangkan oleh naga Smong, ikan paus sahabat si Nabang sudah terhuyung-huyuh dan jatuh kedasar samudra sedangkan naga smong terus menyerangnya. Saat melihat sahabatnya jatuh kedalam samudra, si Nabang mengambil serulingnya dan meniupkan alunan sedih, tanpa diduga naga yang mendengar alunan seruling tersebut menjadi tenang dan berhenti menyerang ikan paus dan tak lama kemudian tertidur pulas, setiap seruling itu berhenti mengalun naga Smong tersebut akan terbangun, maka ditiup lagi seruling itu oleh si Nabang. Kemudian ikan paus sahabat si Nabang mendorong naga Smong yang tertidur itu kedasar samudra dan mengurungnya didalam celah didasar samudra.
Keesokan harinya, Elang Raja datang menemui Sultan Alam, “Tuanku Sultan Alam, hamba membawa pesan dari laksamana Nabang si penunggang paus, bahwa dia sudah menyelesaikan tugasnya dan sudah mengurung Smong si naga raksasa tersebut di dasar samudra,”
Sultan Alam gembira sekali mendengar berita dari Elang Raja.
“Paduka Tuanku, laksaman Nabang si penunggan paus, juga meminta kepada Tuanku Sultan Alam menyampaikan kepada rakyat seluruh negeri Andalas apabila suatu hari nanti naga raksasa tersebut terbangun, dia akan mengamuk sehingga bumi bergoncang kuat maka mintalah rakyat untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, naga Smong akan menghisap air laut hingga surut lalu dia akan menghamburkannya sehingga air laut bergelombang tinggi akan menyapu daratan. Kemudian naga Smong akan tertidur lagi untuk mengumpulkan tenanganya dan akan terbangun lagi untuk menggoyang dasar samudra tempat dia dikurung”, Jelas Elang Raja.
Maka sejak itu Nabang si penunggang paus menetap di pulau penyu bersama Raja penyu Si Meulu dan rakyatnya, menjaga pulau tersebut dari amukan gelombang raksasa yang sekali-sekali menyerang pulau Si Meulu.
Apabila terjadi gempa besar dan air laut surut maka orang-orang dipulau Simeulu akan berteriak SMONG!, SMONG!, SMONG!, untuk mengingatkan orang-orang akan datangnya gelombang tinggi dari laut (tsunami).
Suatu hari, salah satu teman Hou I menceritakan tentang “Pil Abadi” Hou I langsung mengirim utusannya untuk mendapatkan pil tersebut untuknya dari Ratu Barat.
Sang Ratu tinggal sendirian di atas sebuah gunung yang tinggi. Dia sangat jelek, giginya panjang dan tajam seperti harimau, dia juga memiliki sembilan buah ekor. Dia menghabiskan waktu membuat obat dari rumput, daun dan bunga. Pada awalnya, dia tidak ingin memberikan pil itu pada hamba Hou I. Ketika ia mengatakan siapa tuannya itu, ia menjadi takut. Dia cepat menyerahkan pil tersebut kepadanya.
“Katakan pada majikanmu bahwa pil ini sangat kuat?” Katanya. “Dia tidak boleh memakannya pada saat bulan purnama. Jika dia melakukannya, dia akan terbang langsung ke bulan.”
Hou I sangat senang mendapatkan pil tersebut. Istrinya menyimpannya di sebuah lemari di kamarnya. Suatu malam, saat dia menatap bulan purnama, ia tiba-tiba memutuskan untuk memakan pil tersebut. Tubuhnya terasa menjadi ringan dan injakannya meninggalkan tanah. Dia mulai mengambang di langit menuju bulan.
Ketika suaminya melihat kejadian tersebut, ia mencoba untuk menjatuhkannya dengan busur dan anak panah. Tapi dia sudah terlalu tinggi. Dalam waktu singkat, dia mendarat di bulan. Dia merasa sangat dingin dan kesepian. Dia pun memikirkan suaminya setiap hari dan ingin kembali padanya. Tapi tidak ada jalan bagi dia untuk melakukannya. Akhirnya, ia membangun sebuah rumah kecil di mana dia tinggal sendirian.
Nabang Si Penunggang Paus
Pada suatu masa saat pulau Andalas dipimpin oleh Sultan Alam, datanglah raja dari Negeri Penyu bernama Si Meulu, menjumpai Sultan Alam, “Sultan Alam yang perkasa, hamba datang ke isatana tuan untuk mengadukan permasalahan yang sedang kami hadapi”, jelas Raja penyu Si Meulu dengan air mata berlinang.“Wahai Raja Penyu sahabatku sampaikanlah apa yang menyebabkan engkau gelisah dan bersedih“, pinta Sultan Alam.
“Negeri hamba, pulau penyu, sudah tidak aman lagi, seekor naga raksasa bernama Smong telah menyerang dan membunuh rakyat hamba, setiap hari ada korban yang jatuh, sebagian rakyat hamba sudah mengungsi kepenjuru dunia karena khawatir akan dimangsa oleh Smong si naga raksasa itu”, jelas Raja Penyu sambil menangis.
Tak lama kemudian Sultan Alam mengumpulkan para menteri dan panglima kesultanan Alam dan menceritakan penderitaan Raja penyu Si Meulu dan rakyatnya di negeri Penyu. Maka berdirilah seorang Panglima Laot dan berkata,” Padukan Sultan Alam Perkasa nan bijaksana, izinkan hamba berbicara”.
“Silahkan Panglima Laot,” Sultan mempersilahkan.
“Sudah banyak laporan dari kapal dagang dan nelayan-nelayan dari Barus bahwasanya mereka melihat makhluk raksasa dari kejauhan saat belayar, makhluk itu bila bergerak menyebabkan gelombang yang tinggi”, Jelas Panglima Laot.
“Bagaimana cara kita mengusir makhluk tersebut Pang Laot?”, Tanya Sultan Alam.
“Hamba sudah berdiskusi dengan laksamana-laksaman angkatan laut kita, mereka semua ngeri mendekati perairan negeri Raja penyu Si Meulu, beberapa nelayan telah melihat banyak penyu melarikan diri dari pulau itu dengan tergesa-gesa”, tambah Panglima Laot.
Tiba-tiba seorang pangeran dari Negeri Barus berdiri, ”Yang Mulia Sultan Alam yang Perkasa, raja dari raja-raja negeri Andalas, izinkan hamba pangeran dari Barus berbicara mewakili Ayahanda hamba”.
“Silahkan Ananda, putra raja dari negeri Barus”, Sultan mempersilahkan.
“Kalau Paduka berkenan, saya mengenal seorang bocah, putra dari seorang Laksamana di Negeri hamba, ayahandanya telah lama hilang di laut, konon bocah tersebut telah mengelilingi seluruh samudra untuk mencari Ayahandanya namun belum berhasil menemukannya. Dia menguasai lautan lebih dari siapapun, kami menyebutnya Nabang si penunggang paus”, Jelas Pangeran dari Barus.
“Namun hamba tidak tahu dimana keberadaan bocah tersebut saat ini, karena dia hidupnya di laut dan selalu berpindah-pindah”, tambah Pangeran dari Barus.
“Lalu bagaimana kita mengenalinya?”, Tanya Sultan Alam.
“Apabila kita mendengar suara seruling yang sangat merdu namun menyayat hati penuh kesedihan, itu tandanya bocah tersebut ada di sekitar daerah tersebut”, jelas Pangeran dari Barus.
Sultan Alam terkesima mendengar cerita tersebut dan segera setelah pertemuan selesai Sultan memanggil Sahabatnya si Elang Raja.
“Elang Raja terbanglah engkau, carilah seorang bocah bernama Nabang si penunggang paus, saya ingin bertemu dengannya”, perintah Sultan kepada Elang Raja.
Maka terbanglah si Elang Raja menunaikan perintah sang Sultan. Keesokan harinya saat matahari mulai terbit di depan Istana Alam berdiri seorang bocah kurus berperawakan tinggi dengan seruling yang menggelantung di dadanya.
“Hamba diminta menghadap Sultan Alam yang Perkasa, raja dari raja-raja Negeri Andalas”, Jelas seorang bocah tersebut kepada pengawal Istana.
Kemudian pengawal istana membawa bocah tersebut kedalam istana untuk menghadap sang Sultan yang semalaman tidak bisa tidur memikirkan malapetaka yang menimpa sahabatnya raja penyu.
“Engkaukah Nabang si penunggang paus?”, tanya Sultan penasaran.
“Benar tuanku, hamba bernama Nabang yang paduka maksud”, jawab bocah itu.
“Nyanyikanlah sebuah lagu untukku”, pinta Sultan.
“Hamba hanya menyanyikan lagu kesedihan Paduka Tuannku”, tambah Nambang.
“Ya, saya ingin mendengarkannya”, pinta Sultan Alam.
“Ananda Nabang si penunggang paus, sahabat saya Raja Si Meulu, Raja penyu dari Negeri Penyu, telah datang menceritakan malapetakan yang mereka alami, seekor naga raksasa bernama Smong telah menyerang pulau mereka, naga Smong tersebut memangsang penyu-penyu tersebut”, terang Sultan Alam.
Nabang si penunggan paus mendengar dengan seksama.
“Tiada laksamana kesultanan yang berani menghadapinya, saya ingin mengangkat seorang laksaman untuk menghadapi naga Smong tersebut, seorang putra dari laksaman pemberani dari negeri Barus, Nabang si penunggang paus”, Sultan menjelaskan maksudnya.
“Sebuah kapal besar lengkap dengan peralatan perang dan pasukan angkatan laut pilihan sudah kami siapkan untuk Ananda laksamana”, jelas panglima perang kesultanan Alam.
Nabang si penunggang paus masih terkesima tidak terucap sepatah katapun, hingga akhirnya dia tersedar dan berkata, ”Sultan Alam yang perkasa, tiada makhluk yang mampu mengalahkan naga Smong tersebut, hamba tidak perlu kapal dan pasukan karena akan sia-sia, biarlah hamba pergi sendiri menjalankan perintah tuanku”.
Setalah memberi penghormatan kepada Sultan Alam, Nabang si penunggang paus pergi meninggalkan istana menuju pantai sambil meniup seruling dengan alunan kesedihan.
Keesokan harinya terjadilah perkelahian yang dasyat di samudra dekat pula penyu, negerinya Raja penyu Si Meulu, seorang bocah yang menunggangi ikan paus raksasa bertarung melawan naga raksasa. Beberapa kali bocah tersebut terlempar dari punggung ikan paus yang terpukul oleh ekor naga dan juga beberapa kali naga terjerebah ke dasar samudra terkena serudukan ikan paus. Pertarungan yang dasyat tersebut sepertinya akan dimenangkan oleh naga Smong, ikan paus sahabat si Nabang sudah terhuyung-huyuh dan jatuh kedasar samudra sedangkan naga smong terus menyerangnya. Saat melihat sahabatnya jatuh kedalam samudra, si Nabang mengambil serulingnya dan meniupkan alunan sedih, tanpa diduga naga yang mendengar alunan seruling tersebut menjadi tenang dan berhenti menyerang ikan paus dan tak lama kemudian tertidur pulas, setiap seruling itu berhenti mengalun naga Smong tersebut akan terbangun, maka ditiup lagi seruling itu oleh si Nabang. Kemudian ikan paus sahabat si Nabang mendorong naga Smong yang tertidur itu kedasar samudra dan mengurungnya didalam celah didasar samudra.
Keesokan harinya, Elang Raja datang menemui Sultan Alam, “Tuanku Sultan Alam, hamba membawa pesan dari laksamana Nabang si penunggang paus, bahwa dia sudah menyelesaikan tugasnya dan sudah mengurung Smong si naga raksasa tersebut di dasar samudra,”
Sultan Alam gembira sekali mendengar berita dari Elang Raja.
“Paduka Tuanku, laksaman Nabang si penunggan paus, juga meminta kepada Tuanku Sultan Alam menyampaikan kepada rakyat seluruh negeri Andalas apabila suatu hari nanti naga raksasa tersebut terbangun, dia akan mengamuk sehingga bumi bergoncang kuat maka mintalah rakyat untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi, naga Smong akan menghisap air laut hingga surut lalu dia akan menghamburkannya sehingga air laut bergelombang tinggi akan menyapu daratan. Kemudian naga Smong akan tertidur lagi untuk mengumpulkan tenanganya dan akan terbangun lagi untuk menggoyang dasar samudra tempat dia dikurung”, Jelas Elang Raja.
Maka sejak itu Nabang si penunggang paus menetap di pulau penyu bersama Raja penyu Si Meulu dan rakyatnya, menjaga pulau tersebut dari amukan gelombang raksasa yang sekali-sekali menyerang pulau Si Meulu.
Apabila terjadi gempa besar dan air laut surut maka orang-orang dipulau Simeulu akan berteriak SMONG!, SMONG!, SMONG!, untuk mengingatkan orang-orang akan datangnya gelombang tinggi dari laut (tsunami).
Sabtu, 28 Desember 2013
pantai baru di pacitan
Pantai Buyutan, Destinasi Wisata Pantai Baru Kabupaten Pacitan 2013
Pantai Buyutan terletak di Dusun Tumpak Watu,Desa Widoro,Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan.
Jalur termudah menuju Pantai Buyutan adalah melalui jalur ke Goa Gong.
- Dari jalan utama Pacitan – Solo, tepatnya di pertigaan dekat Masjid Besar Punung (jika dari arah Kota Pacitan berarti setelah SPBU Punung).
- Dari pertigaan ini jika dari arah Pacitan belok kiri,
- sampai bertemu pertigaan lagi ambil arah kanan, ikuti jalan aspal jalur Goa Gong.
- Setelah sampai kompleks Goa Gong, kemudian ambil jalan jurusan Kalak (ada papan penunjuk arah).
- Sampai di perempatan Balai Desa Kalak, ambil kiri
- setelah melewati Pasar Kalak bertemu pertigaan, ambil jalan yang kanan arah desa Widoro.
- Ikuti terus jalan ini sampai ketemu pertigaan dengan papan petunjuk informasi menuju Pantai Buyutan yg terletak di kiri jalan.
Nah, ikuti jalanan yg menurun ini. Awalnya jalan aspal kemudian
masuk ke jalan rabat. Jika ada percabangan jalan ikuti terus jalan yang lurus.
Di beberapa titik jalan masih berupa jalan makadam dan mendekati lokasi pantai
kembali melewati jalan rabat.
Info baru bahwa jalan menuju pantai dari bibir tebing sudah dibangun jalan yang saat ini masih dalam proses pengerjaan.
sejarah kab pacitan (Jawa Timur)
Pacitan berasal dari kata Pacitan yang berarti camilan, sedap-sedapan,
tambul, yaitu makanan kecil yang tidak sampai mengenyangkan. Hal ini
disebabkan daerah Pacitan merupakan daerah minus, sehingga untuk
memenuhi kebutuhan pangan warganya tidak sampai mengenyangkan; tidak
cukup. adapula yang berpendapat bahwa nama Pacitan berasal dari “Pace”
mengkudu (bentis : Jaka) yang memberi kekuatan. Pendapat ini berasal
dari legenda yang bersumber pada perng Mengkubumen atau Perang Palihan
Nagari (1746-1755) yakni tatkala Pangeran Mangkubumi dalam peperangannya
itu sampai ke daerah Pacitan. dalam
suatu pertempuran ia kalah terpaksa melarikan diri ke dalam hutan
dengan tubuh lemah lesu. berkat pertolongan abdinya bernama Setraketipa
yang memberikan buah pace mask menjadikan kekuatan Mangkubumi pulih
kembali. Akan tetapi nampaknya nama Pacitan yang menggambarkan kondisi
daerah Pacitan yang minus itulah yang lebih kuat. hal itu disebabkan
pada masa pemerintahan Sultan Agung (1613-1645) nama tersebut telah
muncul dalam babat Momana.
geografi
Kabupaten Pacitan terletak di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur. Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo di utara,Kabupaten Trenggalek di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah) di barat. Sebagian besar wilayahnya berupa pegunungan kapur, yakni bagian dari rangkaian Pegunungan Kidul. Tanah tersebut kurang cocok untuk pertanian.
Pacitan juga dikenal memiliki gua-gua yang indah, diantaranya Gua Gong, Tabuhan, Kalak, dan Luweng Jaran (diduga sebagai kompleks gua terluas di Asia Tenggara). Di daerah pegunungan seringkali ditemukan fosil purbakala.
geografi
Kabupaten Pacitan terletak di ujung barat daya Provinsi Jawa Timur. Wilayahnya berbatasan dengan Kabupaten Ponorogo di utara,Kabupaten Trenggalek di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Wonogiri (Jawa Tengah) di barat. Sebagian besar wilayahnya berupa pegunungan kapur, yakni bagian dari rangkaian Pegunungan Kidul. Tanah tersebut kurang cocok untuk pertanian.
Pacitan juga dikenal memiliki gua-gua yang indah, diantaranya Gua Gong, Tabuhan, Kalak, dan Luweng Jaran (diduga sebagai kompleks gua terluas di Asia Tenggara). Di daerah pegunungan seringkali ditemukan fosil purbakala.
makanan khas
Makanan khas Pacitan adalah nasi tiwul, bahkan
penganan ini dahulu merupakan makanan pokok pengganti nasi bagi
masyarakat Pegunungan Kidul seperti Wonogiri, Wonosari, Pacitan, dan
Trenggalek. Nasi tiwul terbuat dari gaplek (umbi dari ketela pohon yang
dikeringkan) yang kemudian ditumbuk dan ditanak.Senin, 23 Desember 2013
ilmu
KEUTAMAAN MENUNTUT
ILMU
Pada kesempatan kali ini, saya akan menyampaikan
pidato tentang menuntut ilmu. Menuntut ilmu adalah
wajib bagi umat islam. Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW, menyuruh umatnya untuk
menuntut ilmu. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:
Artinya :” Mencari ilmu itu wajib atas setiap orang islam, laki-laki atau perempuan.”
Dalam ajaran Islam, seseorang dituntut untuk mencari
ilmu sejak dalam buaian hingga masuk liang lahad atau kubur. Karena dengan ilmu
pengetahuan seseorang dapat terhindar dari kesesatan dengan diiringi iman dan
taqwa, insya Allah akan bermanfaat baik bagi dirinya maupun bagi masyarakat.
Teman-teman yang dimuliakan Allah……
Mengapa kita harus menuntut ilmu ? Apa gunanya
menuntut ilmu ?
Pertama : Kita menuntut ilmu agar pandai, agar tak bisa ditipu
orang, agar dapat memimpin bangsa dan negara ini dengan baik. seperti kata
orang Barat, “ Knowledge is a power “, yang artinya: ilmu pengetahuan adalah
kekuatan.
Kedua : Dengan ilmu, kita akan dapat hidup di dunia ini dengan
selamat. Karena ilmu itu adalah cahaya yang akan menerangi jalan kita.
Ketiga : Dengan perkembangan ilmu dan teknologi dapat membantu pekerjaan
kita..
Keempat : Menuntut ilmu merupakan ibadah. Orang yang menuntut ilmu mendapat pahala dari Allah SWT dan perbuatannya termasuk berjuang di jalan Allah.
Kelima : orang yang menuntut ilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran surat Al Mujadalah ayat 11 :
Keempat : Menuntut ilmu merupakan ibadah. Orang yang menuntut ilmu mendapat pahala dari Allah SWT dan perbuatannya termasuk berjuang di jalan Allah.
Kelima : orang yang menuntut ilmu akan diangkat derajatnya oleh Allah SWT. Sebagaimana firman Allah dalam Al Quran surat Al Mujadalah ayat 11 :
Artinya : “ Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan berilmu beberapa derajat.”
Maka dari itu, mari kita berlomba-lomba untuk menuntut ilmu walaupun
sampai ke negeri cina. Karena hanya dengan ilmu, kita bisa mendapatkan
kebahagiaan dunia dan akhirat.
Seperti dalam sebuah syair:
GALILAH ILMUMU SAMPAI KE AKARNYA
DARI BUAIANMU SAMPAI
AKHIRATNYA,
JANGANLAH PERNAH DUNGU
AKAN KARUNIANYA
AMALKAN SEMUA ILMU…………………JADI ORANG
YANG BERGUNA
INDAHNYA AKHLAQUL KARIMAH
Allah SWT
menciptakan manusia sebagai makhluk yang paling sempurna dimuka bumi ini untuk
menjadi kholifah, yang menjadi pemimpin dan menjaga amanah sang kholik. Namun,
dari segala amanah itu ada satu yang menjadi ukuran derajat seorang manusia,
yaitu akhlak. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga telah menerangkan
tentang keutamaan akhlak yang mulia, beliau bersabda: “Tidak ada sesuatu yang
diletakkan dlm timbangan di hari kiamat kelak yang lebih berat daripada
akhlak yang baik. (HR. At-Tirmidzi).
Dalam hal
ini, sosok yang sangat pantas untuk kita jadikan sebagai teladan adalah Nabi
kita Muhammad SAW. Beliau adalah suri tauladan yang memberikan contoh sifat-sifat yang mulia semenjak masa
kanak-kanak. Sehingga beliau menjadi kepercayaan di kalangan kaumnya sebelum
diangkat menjadi nabi & menerima banyak pujian dari para sahabat. Firman
Allah dalam QS. Al-Qalam ayat 4
(artinya): ”Dan sesungguhnya
kamu Muhammad benar-benar berbudi pekerti yang agung.”
Rasulullah
SAW. Memiliki budi pekerti yang baik seperti rasa malu, kedermawanan,
keberanian, menepati janji, suka menolong, kecerdasan, lembut, memuliakan anak
yatim, kejujuran, menjaga harga diri, menjaga
kesucian hati, & lain-lain. Akhlak yang mulia merupakan bekal berharga
dalam hidup kita dan memberikan pengaruh yang luar biasa di hati manusia.
Rasulullah SAW bersabda:
Artinya: “Orang
mu’min yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya”.
Ayyuhal muslimin Rakhimakumullah………….
Akhlak menjadi ukuran kemuliaan seseorang, ia tidak pernah turun harga
atau menyusut nilainya, tetap mahal dan tak lekang oleh zaman. Sebagaimana kita
ketahui, ketika telfon genggam yang dulu merupakan barang berharga yang hanya
dimiliki sedikit orang . Namun ketika ia dimiliki oleh amper setiap orang, saat
itulah status berharga tak lagi melekat padanya. Namun tidak demikian dengan
akhlak mulia, yang akan tetap mahal dan abadi dengan kemuliaannya meskipun
setiap manusia memilikinya, ia akan semakin mahal, bahkan tak ternilai
harganya. Marilah kita meneladani akhlaq rasulullah SAW. Agar kita menjadi
mukmin yang sempurna dan dinantikan surga. Allohumma,.Amin…………..
BERBAKTI KEPADA ORANG TUA
Salah satu ibadah teragung di dalam islam setelah mentauhidkan Allah
adalah berbakti kepada orang tua. Ketahuilah sungguh bahwasannya berbakti
kepada orang tua hukumnya wajib. Tak perduli siapa orang tua kita,
pekerjaannya, kehidupan sehari-harinya yang kita panggil ayah ibu di rumah,
merekalah orang tua kita.
Pernahkah terbayang dalam benak kita saat dalam perut ibu, betapa
susahnya ia membawa kita kemanapun ia pergi. Namun sekalipun, ia tak pernah
mengeluh. Dan ayah yang setiap kali bekerja tanpa lelah mencari uang
mati-matian untuk membiayai hidup kita agar bisa makan dan sekolah yang tinggi.
Betapa beratnya beban dan tanggung jawab yang ada di pundak mereka. Allah
berfirman dalam QS. Luqman ayat 14:
Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi ajaran untuk berbakti
kepada kedua orang tua. Bahkan islam menjadikan berbakti kepada orang tua
sebagai sarana untuk mendapatkan surga Allah. Sungguh sangat rugi dan celaka
seorang muslim yang mendapati kedua orang tuanya masih hidup namun tidak bisa
mengajarkannya menuju surga.
Teman-temanku
yang dirahmati Allah………….
Ingatlah bahwa
Rasulullah SAW. Bersabda:
Artinya: “Ridho
Allah terdapat pada keridhaan orang tua dan murka Allah terdapat pada kemurkaan
orang tua.”
Tanpa sadar seringkali kita menyakiti hati orang tua, membuatnya menangis
dan bersedih karena kita membentak keduanya dengan mengeraskan suara, berkata
kasar dan berkata “AH”. Naudzubillahi Mindzalik…………..
Janganlah sekali-kali kita mendurhakai kedua orang tua kita. Takutilah
akan adzab Allah bagi manusia yang durhaka kepada orang tuanya. Dan hendaklah
kita mengambil hikmah dari cerita malin kundang yang durhaka kepada ibunya.
Karena tanpa kita sadari, ternyata masih banyak malin kundang lain di sekitar
kita. Semoga kita semua yang hadir di sini mendapat petunjuk dari Allah dan
diberikan kemudahan dalam berbakti kepada orang tua. Allohumma Amin………………..
Hormati orang tuamu, dengan cinta dan
kasih
Sayangilah selalu, dengan sepenuh
hati
Jagalah ucapanmu, jangan mencaci maki
Taatilah selalu, jadilah anak berbakti……………
kata-kata bermakna
ika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda
bila anda sedang takut, jangan terlalu takut.
Karena keseimbangan sikap adalah penentu
ketepatan perjalanan kesuksesan anda
Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil
adalah untuk mencoba, karena didalam mencoba
itulah kita menemukan dan belajar membangun
kesempatan untuk berhasil
Anda hanya dekat dengan mereka yang anda
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru
sukai. Dan seringkali anda menghindari orang
yang tidak tidak anda sukai, padahal dari dialah
Anda akan mengenal sudut pandang yang baru
Orang-orang yang berhenti belajar akan menjadi
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan
pemilik masa lalu. Orang-orang yang masih terus
belajar, akan menjadi pemilik masa depan
Tinggalkanlah kesenangan yang menghalangi
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan
pencapaian kecemerlangan hidup yang di
idamkan. Dan berhati-hatilah, karena beberapa
kesenangan adalah cara gembira menuju
kegagalan
Jangan menolak perubahan hanya karena anda
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu
takut kehilangan yang telah dimiliki, karena
dengannya anda merendahkan nilai yang bisa
anda capai melalui perubahan itu
Anda tidak akan berhasil menjadi pribadi baru bila
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru
anda berkeras untuk mempertahankan cara-cara
lama anda. Anda akan disebut baru, hanya bila
cara-cara anda baru
Ketepatan sikap adalah dasar semua ketepatan.
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah
Tidak ada penghalang keberhasilan bila sikap
anda tepat, dan tidak ada yang bisa menolong
bila sikap anda salah
Orang lanjut usia yang berorientasi pada
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda
kesempatan adalah orang muda yang tidak
pernah menua ; tetapi pemuda yang berorientasi
pada keamanan, telah menua sejak muda
Hanya orang takut yang bisa berani, karena
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani
keberanian adalah melakukan sesuatu yang
ditakutinya. Maka, bila merasa takut, anda akan
punya kesempatan untuk bersikap berani
Kekuatan terbesar yang mampu mengalahkan
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
stress adalah kemampuan memilih pikiran yang
tepat. Anda akan menjadi lebih damai bila yang
anda pikirkan adalah jalan keluar masalah.
Jangan pernah merobohkan pagar tanpa mengetahui
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat
mengapa didirikan. Jangan pernah mengabaikan
tuntunan kebaikan tanpa mengetahui keburukan
yang kemudian anda dapat
Seseorang yang menolak memperbarui cara-cara
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan
kerjanya yang tidak lagi menghasilkan, berlaku
seperti orang yang terus memeras jerami untuk
mendapatkan santan
Bila anda belum menemkan pekerjaan yang sesuai
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat
dengan bakat anda, bakatilah apapun pekerjaan
anda sekarang. Anda akan tampil secemerlang
yang berbakat
Kita lebih menghormati orang miskin yang berani
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai
daripada orang kaya yang penakut. Karena
sebetulnya telah jelas perbedaan kualitas masa
depan yang akan mereka capai
Jika kita hanya mengerjakan yang sudah kita
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
ketahui, kapankah kita akan mendapat
pengetahuan yang baru ? Melakukan yang belum
kita ketahui adalah pintu menuju pengetahuan
Jangan hanya menghindari yang tidak mungkin.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin anda capai.
Dengan mencoba sesuatu yang tidak
mungkin,anda akan bisa mencapai yang terbaik
dari yang mungkin anda capai.
Salah satu pengkerdilan terkejam dalam hidup
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.
adalah membiarkan pikiran yang cemerlang
menjadi budak bagi tubuh yang malas, yang
mendahulukan istirahat sebelum lelah.
Bila anda mencari uang, anda akan dipaksa
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang
mengupayakan pelayanan yang terbaik.
Tetapi jika anda mengutamakan pelayanan yang
baik, maka andalah yang akan dicari uang
Waktu ,mengubah semua hal, kecuali kita. Kita
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri
mungkin menua dengan berjalanannya waktu,
tetapi belum tentu membijak. Kita-lah yang harus
mengubah diri kita sendiri
Semua waktu adalah waktu yang tepat untuk
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.
melakukan sesuatu yang baik. Jangan menjadi
orang tua yang masih melakukan sesuatu yang
seharusnya dilakukan saat muda.
Tidak ada harga atas waktu, tapi waktu sangat
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan
Seorang yang berani, bersedia melakukan sesuatu yang penting bagi kecemerlangan hidupnya, …
Meskipun dia belum berpengalaman
Meskipun dia tidak memiliki uang untuk itu
Meskipun banyak orang meragukan kesempatan keberhasilannya
Meskipun telah banyak orang gagal dalam upaya yang sama
Meskipun sama sekali tidak ada jaminan
Meskipun sebetulnya dia sangat ketakutan, dan
Meskipun lebih mungkin baginya untuk gag
berharga. Memilik waktu tidak menjadikan kita
kaya, tetapi menggunakannya dengan baik
adalah sumber dari semua kekayaan
Seorang yang berani, bersedia melakukan sesuatu yang penting bagi kecemerlangan hidupnya, …
Meskipun dia belum berpengalaman
Meskipun dia tidak memiliki uang untuk itu
Meskipun banyak orang meragukan kesempatan keberhasilannya
Meskipun telah banyak orang gagal dalam upaya yang sama
Meskipun sama sekali tidak ada jaminan
Meskipun sebetulnya dia sangat ketakutan, dan
Meskipun lebih mungkin baginya untuk gag
sejarah ki ageng buana keling
sejarah ki ageng buana keling
Pada abad ke XV M. bumi nusantara ini di bawah naungan kerajaan Majapahit, dan seluruh masyarakatnya masih memeluk agama Hindu atau Budha. Begitu juga daerah Wengker selatan atau di sebut juga Pesisir selatan ( Pacitan ) yang pada waktu itu daerah tersebut masih di kuasai seorang sakti beragama Hindu yang bernama Ki Ageng Buwana Keling, yang di kenal sebagai cikal bakal daerah Pacitan.
Menurut silsilah, asal usul KI Ageng Buwana Keling adalah putra Pejajaran yang di kawinkan dengan salah satu putri Brawijaya V yang bernama putri Togati. setelah menjadi menantu Majapahit maka KI Ageng Buwana Keling mendapat hadiah tanah di pesisir selatan dan di haruskan tunduk di bawah kekuasaan Majapahit. KI Ageng Buwana Keling berputra tunggal bernama Raden Purbengkoro yang setelah tua bernama KI Ageng Bana Keling. Kegoncangan masyarakat KI Ageng Buwana Keling di Pesisir selatan terjadi setelah datangnya Muballigh Islam dari kerajaan Demak Bintara, yang di pimpin oleh KI Ageng Petung ( R. Jaka Deleg / Kyai Geseng ), KI Ageng Posong ( R. Jaka Puring Mas / KI Ampok Boyo ) dan sahabat mereka Syekh Maulana Maghribi. Yang meminta KI Ageng Buwana Keling beserta semua rakyat di wengker selatan untuk mengikuti atau memeluk ajaran Islam.
Namun setelah KI Ageng Buwana Keling menolak dengan keras dan tetap tidak menganut agama baru yaitu agama Islam, maka tanpa dapat dikendalikan lagi terjadilah peperangan antara kedua belah pihak. Peperangan antara penganut agama Hindu yang dipimpin oleh Ki Ageng Buwana Keling dengan penganut agama Islam yang dipimpin oleh Ki Ageng Petung, Ki Ageng Posong dan Syeikh Maulana Maghribi memakan waktu yang cukup lama , karena kedua belah pihak, memang terdiri dari orang-orang sakti. Namun akhirnya dengan keuletan dan kepandaian serta kesaktian para muballigh tersebut peperangan itu dapat dimenangkan Ki Ageng Petung dan pengikut-pengikutnya setelah dibantu oleh prajurit dari Adipati Ponorogo yang pada waktu itu bernama Raden Betoro Katong ( Putra Brawijaya V ).
Dari saat itulah maka daerah Wengker selatan atau Pacitan dapat dikuasai oleh Ki Ageng Petung, Ki Ageng Posong dan Syeikh Maulana Maghribi, sehingga dengan mudah dapat menyiarkan agama Islam secara menyeluruh kepada rakyat hingga wafatnya, dan dimakamkan di daerah Pacitan.
Demikianlah dari tahun ke tahun sampai Bupati Jagakarya I berkuasa ( tahun 1826 ), perkembangan agama Islam di Pacitan maju dengan pesatnya, bahkan tiga tahun kemudian putra dari Demang Semanten yang bernama Bagus Darso kembali dari perantauannya mencari dan mendalami ilmu agama Islam di pondok pesantren Tegalsari Ponorogo di bawah asuhan Kyai Hasan Besari. Sekembalinya beliau dari pondok tersebut di bawah bimbingan ayahnya R. Ngabehi Dipomenggolo mulai mendirikan pondok di desa Semanten ( 2 Km arah utara kota Pacitan ). setelah kurang lebih satu tahun kemudian pindah ke daerah Tremas, maka dari saat itulah mulai berdiri Pondok Tremas.
legenda pulau jawa
Pulau Jawa memiliki karakteristik dan nilai jual sangat tinggi dibanding
pulau lain di Indonesia, bahkan belahan dunia. Nabi Muhammad bahkan
memiliki penilaian tersendiri, terhadap Jawa di masanya.
Jawa yang dulunya gabungan dari Sumatera, Bali, Madura, mulai masuk peradaban dimasa Nabi Isa. Namun, siapapun yang masuk selalu tak bertahan lama dan meninggal.
Dalam Serat Mahaparwa, karangan Empu Satya di Mamenang (Kediri), tahun 851 S atau 879 C, penghuni tanah jawa pertama kali adalah para dewa. Dewa ini datang dari Gunung Himalaya India. Mereka datang dipimpin langsung oleh Sanghyang Guru dan memberi nama pulau dawa (panjang). Namun setelah berdiam selama 15 tahun, para dewa ini balik lagi ke India, sehingga pulau ini sepi lagi.
Keberadaan puau Jawa ini, kemudian menarik perhatian Prabu Isaka dan kemudian dikenal Ajisaka, yang saat itu tinggal di Hindustan. Dia adalah putera Bathara Ramayadi.
Karena terjadi perebutan tahta, Ajisaka mengungsi ke hutan dan di sana ditemui ayahnya dan kemudian disuruh mencari daerah yang pernah ditinggali Bathara Guru. Setelah menemukan daerah yang dimaksud, dia memberi nama Pulau Jawa. Diambil dari banyaknya tanaman Jawawut di kawasan tersebut.
Pertama kali Prabu Ajisaka menempati dan membuat rumah di Gunung Kendeng di daerah Prabalingga dan Besuki.Dia memilih daerah tersebut setelah mengelilingi pulau tersebut selama 103 hari
Jawa yang dulunya gabungan dari Sumatera, Bali, Madura, mulai masuk peradaban dimasa Nabi Isa. Namun, siapapun yang masuk selalu tak bertahan lama dan meninggal.
Dalam Serat Mahaparwa, karangan Empu Satya di Mamenang (Kediri), tahun 851 S atau 879 C, penghuni tanah jawa pertama kali adalah para dewa. Dewa ini datang dari Gunung Himalaya India. Mereka datang dipimpin langsung oleh Sanghyang Guru dan memberi nama pulau dawa (panjang). Namun setelah berdiam selama 15 tahun, para dewa ini balik lagi ke India, sehingga pulau ini sepi lagi.
Keberadaan puau Jawa ini, kemudian menarik perhatian Prabu Isaka dan kemudian dikenal Ajisaka, yang saat itu tinggal di Hindustan. Dia adalah putera Bathara Ramayadi.
Karena terjadi perebutan tahta, Ajisaka mengungsi ke hutan dan di sana ditemui ayahnya dan kemudian disuruh mencari daerah yang pernah ditinggali Bathara Guru. Setelah menemukan daerah yang dimaksud, dia memberi nama Pulau Jawa. Diambil dari banyaknya tanaman Jawawut di kawasan tersebut.
Pertama kali Prabu Ajisaka menempati dan membuat rumah di Gunung Kendeng di daerah Prabalingga dan Besuki.Dia memilih daerah tersebut setelah mengelilingi pulau tersebut selama 103 hari
asal usul kota pacitan 2
Sebagian orang berpendapat asal nama
Kabupaten Pacitan berasal dari kata Pacitan yang berarti camilan,
sedap-sedapan, tambul, yaitu makanan kecil yang tidak sampai
mengenyangkan. Hal ini disebabkan daerah Pacitan merupakan daerah minus,
sehingga untuk memenuhi kebutuhan pangan warganya tidak sampai
mengenyangkan; tidak cukup (pada masa pemerintahan Sultan Agung
(1613-1645) nama tersebut telah muncul dalam babat Momana).
Kota pacitan adalah sebuah kota
yang berada di pulau jawa. Pacitan adalah sebuah kota yang berada di
karesidenan madiun pada abad ke XV di pacitan telah berkembang agama
hindu dan Budha yang berkiblat kepada Kerajaaan Majapahit yang dipimpin
oleh ki ageng buwono keling yang bertempat tinggal di Jati Kecamatan
Kebonagung (Drs. Ronggosaputro;1980)
Sedangkan islam dipacitan
dibawa oleh Ki Ageng Petung (Kyai Siti Geseng) bersama Syeh Maulana
Magribi dan Kyai Ampok Boyo (Kyai Ageng Posong) dibantu Kyai Menaksopal
dari Trenggalek.
Beberapa prasasti juga
ditemukan prasasti jawa kuno yang memperkuat asumsi bahwa Ki Ageng
Buwono Keling merupakan penguasa di wengker kidul.
PRASASTI JAWA KUNO
JA PURA PURAKSARA ERESTHA
BHUWANA KELING ABHIYANA
JUWANA SIDDHIM SAMAGANAYA
BHIJNA TABHA MINIGVAZAH
RATNA KARA PRAMANANTU
Artinya : dahulu ada seorang
pendekar ternama bernama buwono keling yang telah mencapai kesempurnaan,
dalam ilmu kebathinan dan kekebalan. Seorang guru diantara orang
bijaksana dan beliau inilah yang menjadi perintis dan pemakrarsa daerah
sekitarnya.
Negeri buwana Keling terletak
di (Jati Kec. Kebonagung) ± 7 km dari ibukota Pacitan sekarang yang
disebut daerah wengker kidul atau daerah pesisir selatan.
Dan ketika dalam perang gerilya
1747-1749 (Perang Palihan Nagari (1746-1755) )melawan VOC Belanda,
Pangeran Mangkubumi mengalami kekalahan, beliau disertai 12 orang
pengikutnya terus mundur keselatan sambil mencari dukungan orang sakti
untuk membantu perjuangan. Tanggal 25 Desember 1749 rombongan tersebut
lemah lunglai, dan atas bantuan setroketipo beliau diberi sebuah minuman
yaitu buah pace yang telah direndam dengan legen buah kelapa, dan
seketika itu juga kekuatan Pangeran Mangkubumi pulih kembali. Daerah itu
diingat dengan pace sapengetan dan dalam pembicaraan keseharian sering
disingkat dengan pace-tan lalu menjadilah sebuah nama kabupaten Pacitan
(Drs. Ronggosaputro;1980)
Setelah Pangeran Mangkubumi
menjadi Hamenku Buwono I beliau memenuhi janjinya kepada para
pengikutnya yang ketika itu ikut bergerilya. Setroketipo diangkat
menjadi Bupati Pacitan ke-2 setelah sebelumnya dijabat oleh Raden
Ngabehi Tumenggung Notoprojo . Raden Ngabehi Tumenggung Notoprojo
sebelumnya diangkat juga oleh Pangeran Mangkubumi pada tanggal 17
Januari 1750 setelah beliau banyak membantu Pangeran Mangkubumi ketika
bergerilya didaerah pacitan. Ketika itu Ngabehi Suromarto menjabat
demang Nanggungan dan ketika diangkat bupati bergelar Raden Ngabehi
Tumenggung Notoprojo.
Minggu, 22 Desember 2013
asal usul kota pacitan
Pada suatu masa,yang menjadi raja di mataram adalah sunan pakubuwono.sunan mempunyai adek yang bernama pangeran mangkubumi.pangeran mangkubumi banyak berjasa di mataram.namun, karena terkena bujuk rayu patih pringalaya sunan pakubuwono tak memberi jabatanpada pangeran mangkubumi.Akibatnya pangeran mangkubumi pun kecewa.kekecewaan pun bertambah ketika pati pringalaya membawa mataram untuk menjalin hubungan dengan belanda.
Pangeran mangkubumi sangat membanci belanda.belanda selalu ingin mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dari mataram.pangeran mangkubumi bertekat mengusir belanda dari mataram.oleh karena iti, dia meningalkan mataram bersama pengikutnya.
pangeran mangkubumi dan pengikutnya melakukan perang grilya melawan tentara belanda.mereka selalu berpindah tempat setelah melakukan penyerangan.belanda kuwalahan dan banyak kehilangan tentara.belandapun meminta bantuan pada mataram.mataram mengirimkan pasikanya yang dipimpin pati pringalaya.pasukan mataram dan tentara belanda berusaha mematahkan perjuangan pangeran mangkubumi dan pengikutnya.akibatnya pangeran mangkubumi dan pengikutnya menjadi terdeseak.
pangeranmangkubumi dan pengikutnya lalu menghindar mundur.mereka menuju arah timur menyusuri pantai,laut selatan dan memasuki hutan-hutan belantara.mereka menuruni jurang tebing-tebing dan pegunungan.akhirnya,mereka sampai di sebuah pegunungan yang tandus.mereka terus menyusuri pegunungan yang tandus itu hinga mencapai gunung puger.
di bukit gunung puger mereka beristirahat,waktu itu pengukit pangeran mangkubumi tinggal 12 orang.salah satunya bernama setraketipa.yang bertugas merawat kuda tungangan pangeran mangkubumi.walau hanya perawat kuda setraketipa melaksanakanya dengan baik.
setraketipa tahau kalu pangeran mangkubumi danpangikutnya dalam keadaan lelah.mereka juga haus, lapar, dan lemas.begitu istirahat mereka banyak yang langsung tertidur.tak ada yang kuat untuk mencari makan atau pun air.pangeran mangkubumipu sudah tak mampu beranjak daritempat istirahatnya.dengan memberanikan diri setraketepa menghadap pangeran mangkubumi.
"ada apa kamu menghadapku setra?"tanya pangeran mangku bumi.
"maafkan hamba pangeran!hamba mohon izin mencari sesuatu untuk menghilangka haus pangeran dan teman-temen!"kata setraketipa.
"apa kamu tidak capek, setra?"
"tentu saja hamba capek, pangeran!namun hamba masi memiliki sedikit kekuatan untuk menoong pangeran dan temen-temen.tentu saja apabila tuan mengizinkan!"
"tentu saja aku mengizinkan setra!" aku sangat berterimakasih atas pertolonganmu.jasa-jasamu tak akan aku lupakan.aku berjanji akan memberi kedudukan pabila aku bisa merebut mataram!"
janji pangeran mangkubumi semakin menambah semangat setra ketipa.langkah semangkin mantap di telitinya pegunungan tandus itu.lalu setra menemukan buah pace yang memulihkan tenaganya pangeran dan kawan-kawanya.
pangeran mangkubumi mengajak pengikutnya berjalan ketimur.di sepanjang perjalan terlihat pohon-pohon pace dengan buah bergelantungan.di tengah-tengah perjalanan pangeran mangkubumi berhenti. dan menyuruh pengikutnya berkumpul.
"ketahuilah kita selamat karena jasa setra ketipa.untuk itu kalian semua menjadi saksi.nanti jika perjuangan kita berhasilaku kan memberikan pace sepengetan (samapai ke timur) pada setraketipa.daerah pace sepengetan... pace wetan(timur)...pacetan,yah daerah ini ku namakan pacetan!"kata pangeran mangkubumi kemudian mengajak pengikutnya melanjutkan perjalanan.
kini daerah pacetan menjadi kabupaten pacitan sampai sekarang ini.
cerita ini sebagai legenda.nama pacitan berasal dari kata pacewetan (pace timur) yan lama kelamaan menjadi pacitan.hari jadi kta pacitan di peringati setiap tangal 19 februari.
by nak pacitan
Pangeran mangkubumi sangat membanci belanda.belanda selalu ingin mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya dari mataram.pangeran mangkubumi bertekat mengusir belanda dari mataram.oleh karena iti, dia meningalkan mataram bersama pengikutnya.
pangeran mangkubumi dan pengikutnya melakukan perang grilya melawan tentara belanda.mereka selalu berpindah tempat setelah melakukan penyerangan.belanda kuwalahan dan banyak kehilangan tentara.belandapun meminta bantuan pada mataram.mataram mengirimkan pasikanya yang dipimpin pati pringalaya.pasukan mataram dan tentara belanda berusaha mematahkan perjuangan pangeran mangkubumi dan pengikutnya.akibatnya pangeran mangkubumi dan pengikutnya menjadi terdeseak.
pangeranmangkubumi dan pengikutnya lalu menghindar mundur.mereka menuju arah timur menyusuri pantai,laut selatan dan memasuki hutan-hutan belantara.mereka menuruni jurang tebing-tebing dan pegunungan.akhirnya,mereka sampai di sebuah pegunungan yang tandus.mereka terus menyusuri pegunungan yang tandus itu hinga mencapai gunung puger.
di bukit gunung puger mereka beristirahat,waktu itu pengukit pangeran mangkubumi tinggal 12 orang.salah satunya bernama setraketipa.yang bertugas merawat kuda tungangan pangeran mangkubumi.walau hanya perawat kuda setraketipa melaksanakanya dengan baik.
setraketipa tahau kalu pangeran mangkubumi danpangikutnya dalam keadaan lelah.mereka juga haus, lapar, dan lemas.begitu istirahat mereka banyak yang langsung tertidur.tak ada yang kuat untuk mencari makan atau pun air.pangeran mangkubumipu sudah tak mampu beranjak daritempat istirahatnya.dengan memberanikan diri setraketepa menghadap pangeran mangkubumi.
"ada apa kamu menghadapku setra?"tanya pangeran mangku bumi.
"maafkan hamba pangeran!hamba mohon izin mencari sesuatu untuk menghilangka haus pangeran dan teman-temen!"kata setraketipa.
"apa kamu tidak capek, setra?"
"tentu saja hamba capek, pangeran!namun hamba masi memiliki sedikit kekuatan untuk menoong pangeran dan temen-temen.tentu saja apabila tuan mengizinkan!"
"tentu saja aku mengizinkan setra!" aku sangat berterimakasih atas pertolonganmu.jasa-jasamu tak akan aku lupakan.aku berjanji akan memberi kedudukan pabila aku bisa merebut mataram!"
janji pangeran mangkubumi semakin menambah semangat setra ketipa.langkah semangkin mantap di telitinya pegunungan tandus itu.lalu setra menemukan buah pace yang memulihkan tenaganya pangeran dan kawan-kawanya.
pangeran mangkubumi mengajak pengikutnya berjalan ketimur.di sepanjang perjalan terlihat pohon-pohon pace dengan buah bergelantungan.di tengah-tengah perjalanan pangeran mangkubumi berhenti. dan menyuruh pengikutnya berkumpul.
"ketahuilah kita selamat karena jasa setra ketipa.untuk itu kalian semua menjadi saksi.nanti jika perjuangan kita berhasilaku kan memberikan pace sepengetan (samapai ke timur) pada setraketipa.daerah pace sepengetan... pace wetan(timur)...pacetan,yah daerah ini ku namakan pacetan!"kata pangeran mangkubumi kemudian mengajak pengikutnya melanjutkan perjalanan.
kini daerah pacetan menjadi kabupaten pacitan sampai sekarang ini.
cerita ini sebagai legenda.nama pacitan berasal dari kata pacewetan (pace timur) yan lama kelamaan menjadi pacitan.hari jadi kta pacitan di peringati setiap tangal 19 februari.
by nak pacitan
tengnologi informasi
teknologo informasi itu ada banyak diantaranya :
1.telepon
2.internet
dan lain sebagainya
1.telepon
2.internet
dan lain sebagainya
Langganan:
Postingan (Atom)
